Labuhanbatu | Khabarterkini.co
Berita menggemparkan datang dari SDN.05 Panai Hilir, di mana seorang kepala sekolah yang disebut sebagai MRT kedapatan menerima suap dari seorang guru pengajar, yang dikenal dengan inisial P.
Guru pengajar tersebut baru saja dilantik menjadi anggota P3K pada tahun 2023, namun sudah hampir 7 bulan absen tanpa keterangan, mengganggu jalannya proses belajar-mengajar di sekolah tersebut.
Untuk mengatasi masalah ini, kepala sekolah meminta guru-guru lain untuk menggantikan posisi guru yang absen dengan imbalan tambahan honor sebesar Rp.500.000,-.
Namun, syarat yang diberikan oleh kepala sekolah kepada guru pengajar yang absen adalah memberikan suap sebesar Rp.1.000.000,- kepada kepala sekolah dan Rp.500.000,- kepada guru pengganti setiap kali menerima gaji bulanan.
Kepala sekolah membantah tudingan ini melalui pesan WhatsApp, saat di konfirmasi salah satu tim awak media ini, tetapi hal ini masih menimbulkan kecurigaan terutama bagi guru-guru lain di SDN. 05 Panai Hilir yang merasa tidak adil.
Skandal ini terus berlanjut tanpa terendus, di mana para pelaku telah melanggar hukum pendidikan dan hukum pidana. Kasus ini patut diselidiki lebih lanjut untuk menjaga integritas pendidikan di daerah tersebut.
Penulis: RNL.
Editor: Sal Hrp.















