Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Diduga Ada Proyek Curang di Pasaman Barat, Ahli Hukum Khawatir Potensi Kerugian Uang Negara

857
×

Diduga Ada Proyek Curang di Pasaman Barat, Ahli Hukum Khawatir Potensi Kerugian Uang Negara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman Barat | Khabarterkini.co

Sebuah dugaan muncul terkait pengerjaan peningkatan pengaspalan jalan dari Tambang Padang ke Silayang Mudik, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Proyek yang diduga dilakukan oleh Pt. Mandala Wangi Lestari dengan anggaran APBN sebesar Rp. 9.351.078.000, (sembilan miliar tiga ratus lima puluh satu juta tujuh puluh delapan ribu rupiah). Memiliki indikasi kecurangan. 28 Desember 2023

Pengaspalan ini dimulai dari titik jorong Tambang Padang menuju Silayang Mudik dengan masa kerja 150 hari kalender yang dimulai sejak tanggal 04 Agustus 2023.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dari hasil Infestigasi awak media dilapangan pada Selasa, 26 Desember 2023, proyek ini diduga bermasalah dengan banyak jalannya yang terbagi-bagi dan perbedaan volume antara satu bagian dengan bagian lainnya.

Dedi, pengawas dari kontraktor tersebut, mengungkapkan ke tim awak media ini bahwa volume yang seharusnya mencapai 10 cm ketebalan aspal dengan panjang tiga kilometer sesuai kontrak kerja, namun masih banyak yang belum memenuhi standar tersebut.

“Masih akan ada lagi penebalan bang tahap kedua ” Kata bapak dedi membuat alasan kepada media ini.

Di sisi lain, di tempa terpisah, tim awak media ini sempat juga berbincang dengan bapak Ahmad yani, sebagai kepala jorong Paraman Sawah, yang menjadi bescamp kontraktor terkait.

“saya senang pembangunan ini, namun mereka tidak terbuka dengan saya tentang hal-hal penting. Jadi saya kurang puas tentang masalah pengaspalan itu” tegasnya

Masih di hari yang sama, hal senada yang datang dari warga setempat mengeluhkan kualitas pengaspalan yang dinilai tidak memadai, menyebabkan keprihatinan akan masa tahan jalan yang singkat dan potensi kerugian uang negara.

Demikian juga disampaikan oleh seorang sarjana hukum menyarankan agar warga yang merasa terdampak melaporkan secara resmi ke polisi atau kejaksaan negeri Pasaman Barat, sebagai upaya efektif menangani kontraktor yang diduga melakukan kecurangan.

Demi berimbangnya pemberitaan di halaman media, tim Infestigasi mencoba konfirmasi pihak pemerintah, yaitu kepala dinas PUPR pemda Pasaman barat, melalui WhatsApp, namun belum ada jawaban sampai berita ini terbit .

Penulis: Martunis Lubis.
Editor: red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *