Pasaman | Khabarterkini.co
Kami serius dan tanpa ragu mengambil langkah untuk menjadikan Pasaman sebagai Tujuan Wisata sebagai bagian dari pelaksanaan amanat RPMJD,” ungkap Sabar AS, PLT Bupati Pasaman, Sabtu (11/11), merespons keluhan masyarakat terkait kondisi bola dunia di Kawasan Equator Pasaman.
Sabar AS menjelaskan bahwa kondisi fisik bola dunia saat ini memprihatinkan. Dia sepakat bahwa kondisi sekarang tidak representatif dan seharusnya mendapatkan perhatian prioritas dengan desain yang unik. Namun, diperlukan kajian dan perhitungan matang dari segala sisi. Terkait bola dunia, telah dilakukan berbagai upaya dan konsep pengembangan, disesuaikan dengan penelitian ilmiah, konsep pengembangan, dan alokasi anggaran.
“Kami berterima kasih atas perhatian masyarakat terhadap kondisi bola dunia. Alhamdulillah, kami baru saja menyetujui konsep yang representatif dan terjangkau oleh keuangan daerah, yaitu pembuatan Equatorium. Bola dunia yang ada sekarang akan diubah menjadi Equatorium,” ungkap Sabar AS.
Sejak awal, perbaikan bola dunia tetap menjadi prioritas. Awalnya direncanakan untuk memberikan warna pada bola dunia, namun setelah melalui kajian ahli, konstruksi bola dunia dianggap tidak layak untuk diwarnai karena khawatir strukturnya tidak memadai.
Setelah melalui kajian dan mengacu pada berbagai materi, bola dunia akan diubah menjadi Equatorrium. Pembangunan tahun ini sudah dimulai dengan penyusunan Dokumen Evaluasi Dampak (DED), sehingga fisiknya dapat dikerjakan pada tahun 2024. “Bola dunia akan dijadikan Equatorium; DED-nya sedang dikerjakan, dan fisiknya akan dilakukan tahun depan,” tegas Sabar AS. Dia berharap perayaan titik kulminasi Equatorium pada September 2024 dapat diresmikan.
Bangunan yang telah dibangun saat ini, seperti musholla, toilet, pedestrian, gazebo, Plasa UMKM, TIC, Pargola, dan tempat parkir, merupakan infrastruktur pendukung Equatorium.
Sabar AS menambahkan bahwa upaya menjadikan Pasaman sebagai Tujuan Wisata telah melibatkan berbagai kegiatan dengan hasil yang dapat diukur, termasuk acara, deklarasi, dan sayembara loga tagline pariwisata. Selain itu, telah disusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Pasaman dan dilakukan pengusulan Pasaman ke dalam pengembangan pariwisata nasional oleh Kemenpora RI. Juga, telah dilakukan upaya menggalang dukungan pendanaan dari Provinsi untuk pembangunan Destinasi Prioritas atau unggulan di Pasaman dan Provinsi Sumatra Barat.
“Kami menyadari bahwa pembangunan sektor pariwisata bukanlah tugas yang mudah, namun hasil percepatan wisata telah dirasakan oleh masyarakat Pasaman dan akan terus dikembangkan untuk masa depan,” kata Sabar AS.
Penulis: Tanjung
Disunting Oleh: Salbiah Harahap.















