Pasaman Barat | Khabarterkini.co
Ratusan orang menggelar aksi rasa solidaritas di kabupaten pasaman barat untuk menyuarakan solidaritas bagi rakyat Palestina yang sedang menghadapi konflik dengan Israel.
Aksi ini digelar oleh lapisan masyarakat yang tergabung dalam aliansi masyarakat Pasaman Barat peduli palestina.
Acara long march ini dilaksanakan pada hari sabtu, 18 Oktober 2023 sejak mulai subuh di Masjid Agung Kabupaten Pasaman Barat.
ada beberapa rangkaian acara yang digelar, mulai dari subuh berjamaah, kemudian tausyiah, lalu kemudian shalat ghaib untuk saudara yang syahid, kemudian berkumpul pada jam 8.00 wib.
Untuk persiapan long march, sedangkan orasi akan disampaikan oleh bupati pasaman barat, H. Hamsuardi, S.Ag, Ketua DPRD, H. Erianto, lalu oleh Ketua MUI Pasaman Barat, H. Darmansyah, Lc., MA, selanjutnya oleh ormas ormas.
Acara long march akan melalui rute dari masjid agung ke jalan jalur 32 hingga depan simpang lathifa balik lagi hingga depan pengadilan negeri pasaman barat, lanjut ke jalan jati dua, terus lanjut hingga finis di masjid agung lagi.
Peserta yang ikut memeriahkan adalah siswa SMP, SMK, SMA, Santri Pondok Pesantren, mahasiswa, ormas serta mayarakat umum. Penggalangan donasi dana untuk rasa solidaritas ke palestina terus dilakukan.
Para peserta aksi mengecam kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh Israel terhadap warga sipil Palestina.
Mereka juga menuntut agar AS dan PBB bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di Gaza dan mendesak agar pintu masuk ke Gaza dibuka agar bantuan bisa masuk.
Salah satu peserta aksi, budi samudera, mengatakan bahwa ikut aksi solidaritas Palestina adalah panggilan kemanuisaan sebagai manusia dan sebagai Muslim. “Ikut aksi solidaritas Palestina adalah panggilan kemanusiaan apalagi kita sebagai Muslim. Kita harus membela saudara sebagai manusia yang terzalimi di Palestina,” ujarnya.
Di Masjid agung, ratusan warga Pasaman Barat berkumpul untuk menyatukan suara dalam aksi solidaritas bagi Palestina.
Massa yang terdiri dari berbagai latar belakang dan usia ini bersama-sama menyuarakan seruan perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.
Aksi solidaritas Palestina ini merupakan respons atas penyerangan Israel ke Gaza yang terus-menerus dilakukan sejak Oktober 2023. Konflik ini telah menewaskan lebih dari 11.000 orang, sebagian besar adalah warga sipil Palestina, dan melukai lebih dari 8.000 orang lainnya.
Selain itu, konflik ini juga telah menghancurkan infrastruktur dan fasilitas kesehatan di Gaza, menyebabkan krisis air, listrik, dan pangan.
Penulis : Zul Ulya.
Disunting Oleh : Salbiah Harahap.















