Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Misteri di Balik Meteran Biru Air Bersih di Ujung Gading Pasbar Mulai Terungkap

1150
×

Misteri di Balik Meteran Biru Air Bersih di Ujung Gading Pasbar Mulai Terungkap

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman | Khabarterkini.co

Kabar mengenai tidak berfungsinya meteran biru air bersih di sekitar ujung gading, kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, telah menarik perhatian publik

Berawal dari pemberitaan di halaman media online khabarterkini.co yang terbit 29/11/2023, berjudul “Meteran PDAM Berwarna Biru di Ujung Gading Pasbar Terbengkalai, Uang Negara Miliaran Rupiah Tidak Tersalurkan dengan Tepat”

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Penyebabnya mulai terkuaknya setelah pemberitaan terbit satu hari di khabarterkini langsung ada yang ke bakaran jenggot, yaitu seseorang yang mengaku dari PDAM Pasbar memberikan keterangan kepada tem Infestigasi Khabarterkini via telepon pada hari Kamis (30/11) sekitar pukul 12.20 WIB, namun tanpa menyebutkan identitasnya.

Dia mengungkap bahwa belum ada konfirmasi resmi dari direktur PDAM Pasbar hingga saat ini. Selain itu, panjang pipa meteran biru tersebut adalah tiga kilometer kurang 20 meter dengan dua ukuran pipa yang berbeda. Jelasnya via telpon

Lanjut Simisteri X menjelaskan tentang ukuran pipa yang dipakai yaitu satu berukuran 6 inci dan satunya lagi 3 inci. Proyek ini merupakan bagian dari dana DAK tahun 2022, dari PUPR Pemda Pasbar dengan nilai pagu sebesar 2.8 miliar.

Meskipun pernah diuji dengan aliran air sekali, hanya untuk pengujian. Namun, saat ini meteran biru tersebut belum mampu memasok air ke rumah-rumah warga. Terangnya Simisteri X

Lebih lanjut keterangan yang di berikan oleh Simisteri X, Alasannya terkait masalah ini adalah belum ada serah terima meteran biru oleh pihak PUPR kepada PDAM Pasbar. Ujarnya

Sejauh ini Kepala Dinas PUPR Pemda Pasaman Barat, Bapak Jhon, belum memberikan konfirmasi lebih lanjut.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena kekeringan sudah mulai terasa di sekitar Nagari Brastagi setelah lima hari kemarau.

Warga berharap pihak terkait segera menyelesaikan masalah ini tanpa saling lempar tanggung jawab, karena yang terdampak akhirnya adalah warga itu sendiri. Tutup warga tempatan

Penulis: {ZHD}.
Editor: Sal Hrp.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *