Pasaman Barat | Khabarterkini.co
Kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini tingkat SLTP dan SLTA sederajat di Kecamatan Gunung Tuleh merupakan salah satu bentuk realisasi dari MoU atau kerjasama antara KUA Gunung Tuleh dan 7 Nagari yang ada di kecamatan Gunung Tuleh, pada awal Oktober 2023 lalu.
Dalam hal kegiatan sosialisasi ini berlangsung di 9 sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas (SLTP/SLTA sederajat). Saat ini sosialisasi telah terlaksana di 8 sekolah SLTP/SLTA sederajat yang melibatkan lebih dari 1000 siswa/siswi.
Camat Gunung Tuleh, Perdinan Ujang berharap kegiatan sosialisasi pencegahan nikah usia dini akan meningkatkan kesadaran anak usia sekolah SLTP/SLTA untuk tidak memiliki keinginan melakukan nikah saat masih sekolah.
Karena anak-anak usia sekolah seharusnya lebih fokus pada peningkatan ilmu pengetahuannya agar nantinya bisa mencapai cita-cita.
Perdinan Ujang sangat berharap kepada Masyarakat Kecamatan Gunung Tuleh untuk menyadari pentingnya ketahanan keluarga, salah satunya dengan mencegah nikah bagi anak usia dini.
Camat Gunung Tuleh menambahkan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan, mengingat begitu banyak dampak dan risiko yang ditimbulkan akibat pernikahan usia dini.
Padahal pernikahan usia dini masih sering terjadi hingga sekarang ini, maka kegiatan pembinaan kepada anak sekolah SLTP dan SLTA menjadi sangat penting untuk menekan angka pernikahan anak/usia dini di Gunung Tuleh,” ungkap Camat yang akrab disapa pak iper ini.
Kepala KUA Kec. Gunung Tuleh, Jufri, SS. MA sebagai pemateri dalam sosialisasi ini menyampaikan tentang Undang-Undang Perkawinan no. 16 tahun 2019 perubahan Undang Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 serta Hukum perkawinan Islam.
Menurut Jufri, akibat pernikahan usia dini berpengaruh pada kondisi rumah tangga dan keluarga yang dapat memicu konflik akibat belum cukup umur. Kurangnya pemahaman tentang konsep berumah tangga dapat memberikan dampak bagi terciptanya kerukunan dan harmoni hingga bisa berakibat pertengkaran, perceraian, dan penelantaran anak di kemudian hari.
Untuk itu, lanjut Jufri, KUA Gunung Tuleh hadir memberikan pemahaman dan wawasan kepada para anak-anak sekolah tingkat SLTP dan SLTA akan dampak pernikahan usia dini. Lebih lanjut diharapkan agar anak usia sekolah SLTP dan SLTA menjadi generasi yang rajin, disiplin, berakhlak, dan mencintai nilai-nilai Pancasila dan Islam dalam kehidupan, baik di dalam maupun di luar sekolah.
Penulis: Zul Ulya
Editor: Salbiah Hrp















