ROHIL|Khabarterkini.co
Diduga tidak berjalannya fungsi pengawasan oleh Inspektorat terhadap dana BOS selama tiga tahun terakhir, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) menilai adanya dugaan kongkalikong yang dilakukan oknum Inspektur kesetiap Sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.
Rabu, (3/5/2023)
Inspektorat selaku institusi internal yang tujuannya mengaudit, namun kali ini Inspektorat menunjukkan bahwa institusinya kehilangan taji dalam pelbagai masalah Dana BOS yang dihadapi setiap-setiap sekolah yang ada di Rokan Hilir.
Ramdani Darma selaku Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia mengungkapkan bahwa menjadi landasan bangsa ini ialah Undang-undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, namun berbanding terbalik dengan tidak adanya upaya pemeriksaan Dana BOS di Rokan Hilir selama tiga tahun belakangan.
“Tentu yang menjadi landasan Bangsa kita sesuai UUD 1945 adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Namun Hari ini Berbanding terbalik dengan Tidak Adanya Upaya Pemeriksaan Keuangan Dana BOS di Rokan Hilir. Selama 3 tahun belakangan”. Jelasnya
Lanjutnya, pihaknya menantang inspektorat untuk buka data, yang mana ada indikasi bermain mata atau salam bawah meja antara inspektorat dan pelaksanaan teknis yaitu Dinas Pendidikan.
“Tentu ini tumpang tindih dengan petunjuk Teknis yang ada. Jadi kami akan secepatnya bersurat ke institusi berwenang untuk memeriksa Kadisdik dan Inspektur terkait. Tentunya tidak menutup kemungkinan kita akan turun kejalan menyuarakan”. Jelasnya
Tidak hanya itu, Upaya yang ditempuh Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia tidak main-main, pihaknya tidak kehilangan arah dan mati langkah dalam menuntaskan permasalahan ini. Ia menyebutkan ada empat upaya yang dilaksanakan, pertama memberikan somasi terhadap Inspektur, kedua menyurati Kejati Riau untuk memeriksa Inspektur Inspektorat Rokan Hilir, ketiga menyurati kejaksaan Riau keempat aksi demonstrasi.
” Kami tidak akan mati langkah dalam menyelesaikan permasalahan ini, kami akan selesaikan sampai tuntas sebelum ada yang ditangkap. Namun sebagai mahasiswa ada role of the game yang kami lalui, mensomasi, menyurati Kejati, menyurati kejati Riau dan Aksi Demonstrasi”. Pungkasnya
Inspektur Inspektorat saat dikonfirmasi tidak memberikan tanggapan terkait dugaan tersebut, ia hanya mengatakan akan butuh waktu untuk menjawab. Namun, sampai saat ini dugaan tersebut tidak terjawab oleh Inspektur.















