Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
NTT

Hujan Sepekan Lamanya Membuat Longsor di Oepura

136
×

Hujan Sepekan Lamanya Membuat Longsor di Oepura

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kupang, Nusa Tenggara Timur | khabarterkini.id.-08/07/2022, Longsor yang terjadi di Oepura RT. 10 b / RW. 004 membuat warga yang rumahnya berada di lokasi longsor tersebut sangatlah cemas jika terjadi longsor susulan yang bisa kapan saja terjadi.

Sepanjang bantaran sungai tersebut sudah terjadi longsor beberapa kali namun pemerintah Kota Kupang khususnya Dinas Pekerjaan Umum cuma mengatasi longsor dengan melakukan Bronjong batu sepanjang 2-3 meter sedangkan bantaran sungai yang terdampak longsor lebih dari itu.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Masyarakat yang tinggal di lokasi tersebut bersama ketua RT 10 b Bapak Yeskiel Fina, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa menyesal terhadap pemerintah Kota Kupang khususnya Dinas Pekerjaan Umum yang lambat dalam menyelesaikan bencana
longsor ini.

Masyarakat sangat khawatir karena sewaktu-waktu hujan deras dan terjadi longsor susulan lagi. Masyarakat tidak dapat menikmati tidurnya malam karena punya rasa takut jangan terjadi longsor susulan.

Bronjong yang beberapa tahun di kerjakan oleh pemerintah Kota Kupang khususnya Dinas Pekerjaan Umum Kota Kupang cuma menyusun batu di permukaan sungai tetapi tidak menggunakan alat berat untuk mengali lubang kemudian menyusun batunya

Di lokasi tersebut juga ada sarana keagamaan seperti gedung gereja Pentakosta jemaat Juru Selamat Oepura yang terancam terkena longsor susulan

Juga tanah di sekitar lokasi longsor yang mengalami penurunan permukaan tanah sehingga rumah warga yang mengalami kerusakan seperti tembok dan lantai pecah

Belum ada solusi terbaik dari pemerintah Kota Kupang dalam hal ini Bapak Walikota Kupang buat warga terdampak longsor karena warga yang berada di lokasi tersebut menghuni gubuk-gubuk kecil yang sebenarnya tidak layak di huni.

Warga juga punya rasa takut karena nyawa mereka terancam jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan, warga yang berpenghasilan rendah ini juga tidak punya pilihan lain selain bertahan tinggal di rumah mereka karena hampir semua warga di RT. 10 b dan sekitarnya masih keluarga erat satu dan yang lain

Bersama Gembala jemaat gereja Pentakosta jemaat Juru Selamat Oepura dan warga juga mudah menjangkau tempat ibadah karena rumah-rumah mereka dekat dengan gereja tersebut, menghimbau kepada pemerintah Kota Kupang dan Gubernur NTT untuk memperhatikannya.

Menurut Lurah Oepura Kota Kupang Nehy Sumbanu Bahwa lokasi itu tidak layak untuk di huni karena setiap tahun terus terjadi longsor, saya cuma mengusulkan ke camat dan camat melanjutkannya ke pemerintah Kota sepertinya pemerintah kota Kupang dalam hal ini membiarkan dan tidak mau menyelesaikan masalah ini. Ujar Lurah

Dalam pantauan awak media ini menemukan kejanggalan bahwa terdapat 32 kepala keluarga di wilayah yang terkena longsor merupakan keoala keluarga wajib pajak yang harus melunasi pajak yang hampir mencapai Rp 17 juta. Ujar Ketua RT 10 b.

Menurut Gembala Jemaat Gereja Pentakosta Juru Selamat Oepura Pendeta Thobias Taniu, S.Th, bahwa pemborong dari Dinas PU kabupaten Kupang tidak bekerja mengikuti gambar-gambar sehingga terjadi longsor dan beronjong pun rusak saat banjir.

Berdasarkan keterangan warga yang tinggal dekat sungai itu bahwa beronjong yang di kerjakan tidak sesuai gambar itu rusak dan beronjong pun terbawa banjir. Jelas ibu Yermi Tapatap.

 

KAPERWIL dan TIM NTT