Kupang | Khabarterkini.id-20/07/2022
Bencana Seroja yang terjadi pada tahun 2021 masih meninggalkan rasa duka yang cukup meresahkan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur khususnya Kabupaten Kupang
Kejadian waktu itu mengundang perhatian banyak pihak yang bisa di harapkan uluran tangan bagi masyarakat korban bencana Seroja
Tetapi di sayangkan sampai saat ini uluran tangan yang diharapkan belum menghampiri masyarakat yang ada di RT 08 kelurahan Takari Kecamatan Takari Kabupaten Kupang
Seorang warga yang menjadi korban Seroja kepada awak media mengatakan bahwa sampai saat ini kami belum menerima bantuan apa apa dari pihak manapun sedangkan data korban dan kerusakannya sudah kami serahkan ke pihak pemerintah Desa Kecamatan bahkan ke Kabupaten, dan kami sempat bertemu dengan DPRD yang saat itu menjabat sebagai wakil ketua fraksi PDIP, Yohanis Mase.
Warga bertemu beliau di rumah kediaman nya dan beliau berjanji akan membantu masyarakat.
Kami pergi ketemu beliau dan karena data tidak lengkap kami di suruh pulang dan melengkapi data.
Tetapi setelah data kami siapkan dan sudah kami serahkan kepada beliau beliau janji akan datang ke lokasi namun hingga saat ini tidak ada kabar lagi. Jelas Frans Lodo ketika di hubungi Oleh awak media tetapi tidak ada respon.
Warga juga mengatakan bahwa waktu kejadian sempat di kunjungi bapak Gubernur NTT yang saat itu tengah berkunjung ke kabupaten Malaka, beliau menyempatkan diri turun dari mobil untuk melihat kejadian di lokasi
Kami menyampaikan ada korban jiwa seorang ibu dan anaknya terseret banjir dan bapak Gubernur menyerahkan amplop berisikan Rp 4000.000 untuk korban terseret banjir. Menyusul dengan bantuan beras 7 ton untuk seluruh korban bencana, bantuan pribadi dari Viktor B Laiskodat yang mengatasnamakan pemerintah provinsi NTT. Ujar Nofri Bunda suami dan ayah korban bersama Frans.Lodo
dalam pantauan awak media menemui ketua RT 08 kelurahan Takari Kecamatan Takari menjelaskan bahwa kami sebagai pemerintah sudah menjalankan tugas dengan mendata korban korban di RT 08 kelurahan Takari Kecamatan Takari dengan jumlah KK kurang lebih 58 KK dan yang mengalami kerusakan fatal kurang lebih 19 rumah dan 20 rumah lainnya rusak ringan dan puji Tuhan selebihnya tidak mengalami dampak. Ujar Frans Lodo
Lanjut Frans bahwa yang membuat masyarakat tidak puas atas kinerjanya pemerintah daerah kabupaten dalam hal ini BPBD kabupaten. Yang tidak berkonfirmasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan untuk menyampaikan penjelasan tentang masalah bantuan pemerintah untuk korban bencana Seroja.
Ketika masyarakat mendengar dan melihat bahwa di tempat tempat lain sudah mendapatkan bantuan sedangkan di wilayah Takari sampai saat ini belum mendapatkan bantuan sehingga membuat masyarakat resah.
Dan kami sebagai RT Lurah dan camat kami selalu di anggap tidak bekerja dan selalu dimarahi oleh masyarakat, maka dari itu saya sebagai RT yang juga salah satu korban juga saya minta ke pemerintah kabupaten khususnya BPBD kalau bisa buatkan surat penyampaian terkait bantuan pemerintah yang belum tersalurkan ke kabupaten Kupang timur-Takari.
Sedangkan masyarakat terpicu dengan isu bahwa di tempat tempat lain bantuan sudah tersalur. Jelas Frans Lodo
Camat dan lurah Takari memberikan keterangan yang sama mengenai bencana yang terjadi dan laporan data korban yang meninggal serta kerusakan rumah warga semuanya sesuai dengan keterangan RT setempat
Harapan dari camat dan lurah agar supaya pemerintah pusat dengan segera menangani hal tersebut agar masyarakat puas dan tidak lagi menyalahkan kami sebagai pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat. Ungkap Pemerintah Camat dan lurah Takari.
KAPERWIL – WAKAPERWIL NTT. A.S – TIM















