Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
NTT

Sejarah Iman Persekutuan Bukit Sion Oemali

124
×

Sejarah Iman Persekutuan Bukit Sion Oemali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Soe, NTT | Khabarterkini.id“Sejarah Iman seorang pendeta tua bernama Bapak Yonatan Selan umur 81 Tahun, asal Oemali Desa linamnutu kecamatan amanuban selatan, provinsi NTT, menceritakan awal mula Iman nya bertumbuh.

saya lahir dari keluarga selan, Bapak saya dahulu bernama Boy(Nama kafir), berganti nama menjadi Lukas,(nama Rohani).
Ketika tidur malam di sebuah gubuk yang masih di anggap tempat untuk ia menyembah kepada roh roh nenek moyangnya.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Saat itu Boy sementara demam tinggi dan tidur di atas bale bale di dalam gubuk dan bermimpi bahwa ia tidur berbantalkan ular hijau ( Bahasa dawannya Sao).

Dan bahwa ia bermimpi kalau ia bangun dan membawa bara api untuk mencari ular itu. Dalam mimpi pun Boy berbicara bahwa ia akan membakar tempat Mesbah berhala, tatkala waktu itu di gubuknya, Boy membuat meja Mesbah tempat ia mempersembahkan makanan dan minuman kepada Arwah arwah.

Dan saat itu pun dalam mimpinya ia melihat seorang laki-laki berkulit putih menumpahkan air sebanyak kaleng Khong Guan yang berukuran satu ember Iker 20 liter ke atasnya. Ketika ia bangun seluruh tubuhnya basah kuyup seperti dimandikan.

Kejadian itu hari Sabtu, keesokan harinya Minggu waktu itu juga Boy membakar tempat doa itu ketika ia bermimpi tidur berbantalkan ular dan Boy mengambil keputusan untuk mau pergi ke gereja.

Boy berjalan kaki menempuh jarak kurang lebih Rp 20 kilometer untuk sampai ke gereja.
Ketika di tengah perjalanan ia berpikir untuk mengganti nama nya tiba tiba ia mendengar suara yang mengatakan Lukas.

Karena takut lupa akan sebutan Lukas ini maka ia berjalan kaki sambil menyebut Lukas, lukas, lukas, sampai ke tempat tujuannya(Gereja) dan ia pun memberitahu pendeta untuk mengganti namanya menjadi lukas(nama Rohani) cerita Yonatan Selan.

Ketika di pantau oleh awak media ini Yonatan banyak bersaksi bahwa imannya bertumbuh sejak dari orang tuanya.

Lanjut Yonatan bercerita pada tahun 1979 saya mendapat urapan Roh Kudus ( Roh Angin dan Air; kitab Yohanis 3:8 dan 4:14) dan saya mendapat urapan kedua (Roh Angin dan Api ; kisah para Rasul 2:1-3).

Saya ditawarkan untuk sekolah pendeta di Surabaya (daerah Rawamangun), tetapi saya di tegur oleh Tuhan dengan cara mengalami sakit gigi dan merasa sangat sakit di bagian tulang rusuk saat saya hendak menandatangani formulir pendaftaran.

Dari sana saya berpikir kalau Tuhan tidak berkehendak untuk saya sekolah pendeta dan saya berdoa tanya Tuhan sehingga di kasih ayat firman Tuhan di 1 yohanis 2 ayat 20 dan 27. Ujar Yonatan.

Waktu pun berjalan, Iman Yonatan dikuatkan hingga kini tempat yang di diaminya di bangunlah rumah Doa Bukit Sion( Oemali-pubabu)Pada tanggal 11 September 1969.

Pada tanggal 4 September 1984 bangunan rumah Doa di bongkar oleh sekelompok orang yang saat itu bermukim di Oemali Pubabu, sebagai pekerja pekerja proyek peternakan dan pertanian milik Australia saat itu.

Orang orang Australia datang ke pubabu melalui ijin kontrak Indonesia Australia untuk memakai lahan di sekitar pubabu seluas 6000 Ha yang berbatasan dengan tanah rumah bangunan dari bapak Yonatan ini.

Waktu pembongkaran tempat ibadah ini Yonatan menjelaskan bahwa yang menjadi pemimpin untuk memasang kawat duri masuk pintu gereja tembus ke belakang, seperti membelah bangunan itu menjadi dua oleh Adiwabang bersama pekerja.

Tahun berganti tahun Rumah Ibadah di bangun kembali pada tanggal 07 Januari 1990 berupa bangunan sederhana kemudian bangunan di ganti lagi tanggal 2 Desember 2002 berupa bangunan semi permanen berukuran 6×12. Bangunan ini berdiri hingga kini di pakai untuk Beribadah umat Nasrani.

Di tempat ini juga Yonatan bersaksi bahwa ada Tiang Awan dan Tiang Api serta Yonatan juga menerima Wahyu untuk mengadakan 4 kali Doa Pergumulan setiap tahun nya.
Yaitu bulan Februari dari tanggal 2 sampai dengan tanggal 11 Februari, Bulan Mei 10 hari Doa pencurahan Roh Kudus, bulan Juli selama tujuh hari yaitu dari tanggal 15 sampai 21 Juli, dan bulan Desember selama tujuh hari dari tanggal 21 sampai tanggal 27 Desember.

Seki
an dulu kesaksian dari saya. Lain waktu bisa kita lanjut lagi jika Tuhan berkehendak. Ujar Yonatan

 

Liputan Apolos Selan Kabiro TTS- NTT

Editor:arhp.