Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
NTT

Menurut Ketua MK, NTT Memiliki Nilai Historis Dan Sejarah

118
×

Menurut Ketua MK, NTT Memiliki Nilai Historis Dan Sejarah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kupang-NTT | Khabarterkini.id.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Prof. Dr. Anwar Usman, S.H,M.H mengatakan, kariernya dimulai dari Atambua, Provinsi NTT dikala menjadi hakim di Pengadilan Negeri Atambua.

Anwar menyampaikan hal itu ketika memberikan kuliah umum di Aula Rektorat Kampus Unwira, Kamis 2 Juni 2022. Ketua MK RI hadir di Unwira bersama istri dan rombongan. Hadir pula Sekjen MK RI, Prof.Dr.M.Guntur Hamzah, Hakim Konstitusi RI, Dr. Daniel Yusmic Pancastaki Foekh dan lainnya.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Kuliah umum mengusung tema Mahkamah Konstitusi sebagai Pengawal Pancasila dan Konstitusi, Anwar Usman mengakui, dirinya mulai meniti karier dan pernah bertugas di Atambua, Kabupaten Belu.

“Saya pernah tugas di Belu sekitar enam tahun. Saat itu saya tinggal di pengadilan,” kata Anwar.

Dikatakannya, sebagai seorang hakim, dirinya tidak gengsi untuk bekerja setelah pulang kantor.

“Saya pernah gali sumur di sana. Saya setelah pulang buka toga, ambil jeriken bawa sepeda motor pergi ambil air,” katanya.

Saat menceritakan kisah menjadi hakim di Atambua, suasana di aula hening sejenak karena semua serius mendengar.

Dikatakan, NTT memiliki nilai historis dan sejarah bagi dirinya, sehingga perlu diambil hikmahnya.

“Jadi NTT ini miliki nilai historis dan sejarah, karena itu perlu kita semua ambil hikmahnya. Banyak orang yang tugas di NTT, kemudian karier mereka naik. Saya sendiri keluar pengadilan,buka toga dan pergi ambil air,” katanya.

Dia mengaku beruntung karena bisa bertemu dengan adik-adik mahasiswa di Unwira.

Liputan, Rian Anty, Kaperwil NTT

Editor:arhp.