Nagekeo-NTT | Khabarterkini.id-Masyarakat Lambo Desa Labolewa Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo menggelar rapat internal, membahas terkait hak ulayat masyarakat adat Lambo. Salah satu rekomendasi yang diterima awak media Khabarterkini.id yakni masyarakat adat Lambo bersepakat menggugat tanah ulayatnya yang berada di wilayah administrasi Desa Rendu Butowe Kecamatan Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo. Pertemuan langsung di Kantor Desa Labolewa Jumad 10 Juni 2022 dipimpin langsung Kades Labolewa Marselinus Ladho.
“Hari ini kami gelar rapat internal yang jelas sesuai surat yang sudah kami kirim ke beberapa instansi terkait antara lain, Polres Nagekeo, BPN, BWS dan Kepala Desa Rendu Butowe”.ungkap salah satu fungsionaris Adat Lambo Marselinus Ladho.
Sebagai Fungsionaris Adat Lambo, Marselinus Ladho mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendekatan secara persuasif ke salah satu tokoh Adat Rendu Butowe Leonardus Suru di kediamannya untuk membahas tanah ulayat Lambo sebanyak 10 bidang yang masuk dalam genangan pembangunan Waduk Mbay/Lambo.
“Kita sudah diskusi bersama pak Leo Suru di rumahnya beberapa waktu lalu, untuk bahas hal ini, yang jelas melalui jalan mediasi, yang mana dalam mediasi tersebut pasti ada jalan keluar yang win – win solusi. Kalau pihak Rendu Butowe tidak mengindahkan jalan mediasi, maka jalan satu satunya kita bawa persoalan ini ke ranah hukum.Dan kami sudah siapkan semua itu”.tegas Marsel Ladho.
Kepada BWS, Marsel Ladho mengingatkan untuk tidak mengeksekusi dana ganti rugi pada peta bidang yang masih dalam proses penyelesaian.
Marsel berharap kepada seluruh stakeholder yang sudah mendapat surat untuk bersedia melakukan mediasi antar pihak Lambo dan Rendu Butowe perihal penyelesaian tanah ulayat Lambo di wilayah administrasi Desa Rendu Butowe sebanyak 10 bidang.
“Ini belum terlambat, karena perjuangan kita kemarin fokus untuk mendukung PSN ini dibangun. Setelah itu saatnya kita bicara hak yang belum sempat dibahas, namun sudah kita sampaikan beberapa waktu lalu baik di BPN maupun BWS. Bahkan sudah dilakukan pertemuan di aula VIP Kantor Bupati Nagekeo, namun belum ada jalan penyelesaian. Harapan kami, Pemda dan jajarannya jangan tutup mata”. Tutup Marsel.
Pertemuan dihadiri seluruh masyarakat adat Lambo dan sejumlah tokoh fungsionaris pemangku adat.
Julianus Manisa Wartawan NTT.















