Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
NTT

Bupati Belu Disebut Penipu Terkait Perekrutan Tekoda

128
×

Bupati Belu Disebut Penipu Terkait Perekrutan Tekoda

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Belu NTT | Khabarterkini.id.
Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan dan PMKRI gelar aksi demonstrasi, Rabu 08 Juni 2022. Dalam asksi tersebut mereka menyebut Bupati Belu sebagai penipu.

Hal ini mereka ungkapkan atas kekesalan mereka terhadap kebijakan yang dibuat Bupati Belu saat ini terkait dengan Tenaga Kontrak Daerah (tekoda) tidak sesuai dengan janji kampanye pemenangan beberapa tahun silam.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dalam kampanye pemenangan itu, Bupati Belu dr. Taolin Agustinus pernah secara terang-terangan menjanjikan kepada masyarakat agar urusan Tekoda dan hal lainnya selalu mengendepankan prinsip transparansi dan profesionalisme, namun hal tersebut bertolak belakang dengan realitas yang terjadi saat ini.

Dalam aksi ini, mereka juga meminta pemerintah kabupaten Belu, untuk segera mencabut Surat Keputusan (SK) pengangkatan Tenaga Kontrak Daerah (tekoda) Pemerintah yang baru di tahun 2022 ini, yang di nilai janggal dan penuh kepentingan, Rabu (8/6/2022).

Aliansi dan PMKRI melalukan aksinya di depan rumah jabatan Bupati Belu, depan halaman kantor Bupati Belu dan Depan kantor DPRD.

Para Demonstran membawa sejumlah spanduk, yang tertulis kecaman aatas sejumlah kebijakan pemerintahan kabupaten Belu dalam perekrutan tenaga kontrak Daerah yang Dinilai tidak transparan, jujur dan adil.

“Demi adik ipar, demi adik kandung, demi Mama mantu, hak kami dicabut. Bupati ganti teko, teko ganti Bupati,” tulis mereka pada spanduknya.

Dalam aksi tersebut mereka juga menggelar aksi pembakaran lilin merah di halaman depan kantor Bupati sebagai bentuk kekesalan mereka terhadap Bupati Belu yang tidak mau bertemu massa aksi.

Kepada awak media ini, orator demonstrasi (JUN), mengatakan bahwa, dengan tidak hadirnya Bupati Belu dan bertemu dengan massa aksi menunjukan bahwa Bupati Belu adalah pemimpin yang anti kritik.

Jun, menilai bahwa banyak kejanggalan yang akhirnya ditemukan dalam perekrutan tenaga kontrak Daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Belu hari ini. Mulai dari test Tekoda sampai pada pengumuman hasil kelulusan.” Jelasnya.

Ia berharap agar Pemerintah harus berani untuk menjelaskan kepada publik secara terbuka dan jujur bagaimana mekanisme perekrutan tenaga Kontrak Daerah dan apa kategorinya, Mulai dari test sampai pada pengumuman hasil kelulusan.

Mewakili para pendemo lainnya juga meminta kepada Bupati Belu agar slogan perubahan yang tertuang dalam visi misi kampanye dahulu perlu direalisasikan dan jangan dibuat sebagai omong kosong belaka.

Liputan Rian Anty Kaperwil NTT