Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
NTT

Bencana Tanah Longsor Menutupi Jalur Irigasi Linamnutu Bena.

145
×

Bencana Tanah Longsor Menutupi Jalur Irigasi Linamnutu Bena.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Soe, Nusa Tenggara Timur | Khabarterkini.id. 30/06/2022
Bencana tanah longsor terjadi ketika hujan turun tak kunjung berhenti sejak kemarin hingga hari ini Kamis 30 Juni 2022 dengan kondisi hujan yang tak kunjung henti sehingga terjadi longsor.

Untuk menjaga keamanan dan keselamatan, Dandim 1621-05 Panite bekerja sama dengan pemerintah Kecamatan dan Desa setempat menjalankan patroli untuk melihat kondisi di beberapa tempat yang ada di Kecamatan Amanuban Selatan yaitu di Desa pollo, Desa Linamnutu, Desa Bena.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dari hasil patroli hari ini, menemukan kejadian longsor di pinggir selokan primer Hausunaf Desa Pollo. Batuan berlapis tanah- tanah liat menutupi selokan sehingga jalur air dari bendungan Linamnutu menuju daerah Irigasi Bena terhambat. Ujar Bonavasius Suhardi.A.Md. selaku Babinsa Serda 1621-05 Panite.

Kegiatan ini mengikutsertakan Camat Amanuban Selatan, Kadis BPBD, yang hari ini telah berjanji untuk mendatangkan alat berat dari Ibu kota Kabupaten TTS (Soe) untuk, pekerjaan mengangkut batuan dan tanah yang menutupi saluran air di daerah Irigasi persawahan Linamnutu menuju Bena. Penanganan akan segera kami laksanakan besok, menyangkut alat berat belum sampai ke lokasi longsor. Ujar Kadis BPBD.

Dalam pantauan media ini, Camat Amanuban Selatan Yohanes Asbanu S.Pt, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati karena baru tadi pagi kami laporkan kondisi kejadian longsor yang mengancam saluran irigasi, sehingga beliau memerintahkan kepala Kadis BPBD agar turun langsung ke lokasi dan besok alat berat sudah turun untuk bersihkan material longsor yang ada di lokasi sehingga saluran menjadi normal kembali, Ujar Camat Amanuban Selatan.

Tanggapan dari Kadis BPBD sementara ini kita di landa gelombang rossb yang bergerak dari timur ke barat dan melintasi wilayah NTT termasuk wilayah TTS sehingga memicu terjadinya hujan lebat dan sedang di himbau kepada masyarakat yang tinggal di dataran rendah dan lereng gunung agar meningkatkan kewaspadaan dan apabila hujan turun terus menerus lebih dari satu jam dan jarak pandang di bawah 30 M agar segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

Lanjut Kadis, kondisi ini sesuai peringatan dini di dari BMKG akan berlangsung selama 7 sampai 10 hari ke depan, sampai dengan saat ini sudah ada beberapa kecamatan yang terdampak ada kerusakan jalan dan banjir kami akan terus berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memantau perkembangan dan OPD teknis untuk penanganan.

 

Kaperwil dan Tim – NTT

Editor : Andi P