Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
NTT

Dinilai Ingkar Janji, Ketua DPW BAMUSWARI NTT “Dihadiahi” Mosi Tidak Percaya.

136
×

Dinilai Ingkar Janji, Ketua DPW BAMUSWARI NTT “Dihadiahi” Mosi Tidak Percaya.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kupang- NTT|khabarterkini.id-Ketua DPW Balai Musywarah Indonesia (Bamuswari) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hans F.L Mbooh, akhirnya di kasih “Hadiah” mosi tidak percaya dari panitia pelaksana Kegiatan Amanatun Nkol- koil sebagai pra kegiatan menuju Festival Budaya Timor Sedunia.

Pasalnya kegiatan berskaka nasional, yang merupakan salah satu Program Kerja BAMUSWARI NTT ini, gaungmya semakin tak kedengaran, setelah ditunda pelaksanaannya dari tanggal 20 – 23 April 2022, dan berlanjut ke tanggal 7 Mei 2022.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Selain tidak adanya sikap komit dan tanggung jawab dari sang Ketua DPW NTT yang diduga ‘kabur” tanpa pamit, juga menyisakan keresahan dan hilang kepercayaan dari pengurus dan panitia festival terkait sejumlah beban persoalan internal yang belum dituntaskan.

Bukan itu saja, ketidak jelasan keberadaan sang penanggungjawab Kegiatan alias Ketua BAMUSWARI NTT, juga semakin kabur dan terputus komunikasi dengan panitia untuk memastikan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sebagaimana informasi yang diterima media ini dari pantia festival menyebutkan,
alasan penundaan kegiatan menurut Ketua DPW MAUSWARI NTT, Hans F.L Mbooh, karena pihaknya akan segera ke Jakarta dan ke kantor DPP BAMUAWARI. Tujuannya untuk menyampikan Laporan secara tertulis sekaligus mengambil dana kegiatan yang sudah ada di rekening pengurus sejumlah Rp. 36 miliar Rupiah untuk kegiatan Festival Budaya Timor Sedunia.
Sedangkan 553 jutanya untuk pra kegiatan di wilayah Amanatun Kab.TTS.

Selain mengurus keuangan di Jakarta, pasca hengkangnya sang Ketua DPW ke Jakarta, telah menyisahkan sejumlah persoalan internal yang telah dibahas dalam rapat pantia, termasuk mobil operasional yang disewakan dari sejumlah rental di Kota Kupang, yang akhirnya menuai masalah dan membebankan pantia.

Menurut pengakuan Sekretaris Panitia, Jitro Atti kepada media ini, Kamis (4/5/2022), bahwa yang menjadi persoalan dan beban bagi pantia adalah sikap tidak komit dan ingkar janji dari Ketua DPW BAMUSWARI NTT terkait masalah internal menyangkut pemakaian mobil renral yang menuai masalah hingga berujung pada hilanggnya kepercayaaan pihak renral terhadap panitia festival.

Jitro secara tegas mem pertanyakan soal tanggung jawab Ketua kepada pemilik rental mobil yang disewakan tapi sampai sekarang belum dibayar. Apalagi sesuai perjanjian akan dibayar pada tanggal 9 April 2022 sebagai DP, namun janji tersebut telah terabaikan.

“Janji terkait pembayaran pada tanggal 26 April 2022 yang disampaikan langsung Ketua DPW BAMUSWARI NTT dalam rapat bersama, termasuk melalui rekaman suaranya kepada pihak pemilik rental mobil, bahwa .
akan mengembalikan semua unit mobil yang dipakai, ternyata cuma bualan kosong, hingga (28/4/2022) sesuai batas kontrak”.keluh Jitro

Ditegaskannya, sikap tak simpati sang
Kettua dan bendahara hingga hengjang ke Jakarta secara diam – diam tanpa penyampaian kepada panitia maupun pemilik rental, jelas melahirkan kecurigaan dan hilanggnya kepercayaan terhadap lembaga Bamuswari dimata masyatakat NTT, pemerintah setempat dan pegiat budaya serta lembaga pemangku adat.

Sekedar diketahui, selama persiapan kegiatan, Ketua DPW BAMUSWARI NTT meminta agar Panitia melaporkan hasil pertemuan dari setiap instansi maupun seluruh elemen masyarakat lainnya, berupa dokumentasi rekaman vidio maupun Photo sebagai bukti penyampaian laporan secara berkelanjutan ke pusat, selama proses persiapan pelaksanaan kegiatan.

Menanggapi persoalan ini, Ketua Umum DPP BAMUSWARI, Maman Abdul Rahman, ketika dikonfirmasi tim media ini Minggu 8/05/2022, mengatakan, pihaknya mengaku bahwa selama ini tidak mendapatkan informasi dan laporan dari Ketua DPW BAMUSWARI NTT, Hans F.L. Mbooh untuk rencana pelaksanan Pra kegiatan Amanatun Nkol Koil menuju Festival Budaya Timor Sedunia.”Ungkapnya”.

Dijelaskannya, terkait agenda ini, telah disosialisasikan tentang rencana kegiatan festival budaya Timor sedunia pada beberapa bulan lalu, dimana hanya melibatkan 400 peserta. Sedang terkait tamu dari sejumlah negara tidak disinggung. terangnya. (DA/RA.Tim NTT).