KAMPAR – RIAU | Khabarterkini.id
Perjalanan ekstrim menuju Desa Balung kecamatan XIII Koto Kampar sangat melelahkan, namun dalam perjalanan menuju ke desa tersebut disuguhi dengan pemandangan alam yang memanjakan mata untuk melihatnya. Desa Balung merupakan desa terpencil yang ada di kabupaten Kampar. Kita harus melewati beberapa kenagarian yang ada di kecamatan pangkalan kabupaten Lima Puluh Kota – Sumatera Barat.
Desa Balung secara geografis berbatasan langsung dengan kabupaten Lima Puluh Kota propinsi Sumatera Barat. Letaknya yang sangat ekstrim membuat hati kita dag dig dug ketika memasuki jalan terjal berbukit tanpa alas aspal yang biasa kita lihat di kota-kota besar. Suasananya masih terasa asri dan belum ada pabrik kelapa sawit atau mungkin karena infrastruktur yang belum memadai sehingga membuat para investor enggang untuk menanamkan modalnya di desa tersebut.
Media online ini begitu sampai di desa Balung menghela nafas panjang karena suasana Ramadhan dan perjalanan dari simpang Balung membutuhkan waktu lebih kurang 45 menit. Tim media online ini disambut oleh salah seorang tokoh masyarakat yang biasa dipanggil pak Idrus, beliau berkisah panjang tentang desa Balung sekarang.
Ketika ditanyai tentang tanah Ulayat, beliau menjawab, “tanah Ulayat di Desa Balung ini hanya tinggal 15 % lagi, 85 % nya sudah dikuasai oleh orang luar, dan sekarang yang tersisa itulah yang akan kami garap dengan harapan adanya bantuan dari pemerintah”.
Lanjutnya lagi, “Ninik mamak selaku pemangku adat tidak berpihak kepada anak keponakan, hanya mencari aman sesaat tapi nantinya akan jadi penonton dinegeri sendiri. Hal inilah yang menjadi momok bagi kami selaku anak keponakan, apalagi zaman sekarang mencari kerja susah, kalau ada lahan yang bisa dijadikan komoditi, bisalah diandalkan”.
Desa Balung adalah desa terpencil yang sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah kabupaten, propinsi, dan pusat. Hal ini bisa kita lihat dari segi infrastruktur yang tidak layak dilewati. Pejabat dua propinsi harus duduk bersama membahas infrastruktur jalan dan jembatan. Desa Balung pun sudah berbuat banyak untuk pembangunan jalan mengingat masyarakat setempat pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian.
Sebagai penutup pak Idrus menyampaikan bahwa, “dahulu sekitar tahun 1980 an, Balung tidak ada HL (hutan lindung), entah zamannya gubernur siapa, saya sudah lupa, hutan lindung yang ada di kabupaten Rokan Hulu dipindahkan ke Balung”. Kemudian tim yang didampingi oleh salah satu ormas menyampaikan pesan semangat kepada beliau, “tetap semangat ya pak, insyaallah kami akan sering ke Balung, walaupun perjalanan yang ekstrim tapi Balung punya cerita”.
(YK/tim)
Editor : arhp.















