Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 300x600
Riau

BBM Oplosan Marak di Pelalawan, Warga Resah dan Banyak Kendaraan Rusak

118
×

BBM Oplosan Marak di Pelalawan, Warga Resah dan Banyak Kendaraan Rusak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan | Khabarterkini.co

Masyarakat Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kecamatan Pangkalan Kuras, Desa Kemang, dibuat resah oleh maraknya peredaran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite oplosan. Sejumlah warga melaporkan kendaraan mereka rusak setelah mengisi BBM dari penjual eceran di wilayah tersebut.

Akibatnya, tak sedikit motor dan mobil warga yang mogok, sulit dinyalakan, bahkan mengeluarkan asap tebal. Diduga kuat, kerusakan tersebut disebabkan oleh BBM oplosan yang banyak beredar di pasaran.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Sudah banyak kendaraan warga yang rusak. Mesin tidak bisa hidup, bahkan mobil pribadi sering macet. Setelah tangki dibongkar dan diisi ulang dengan BBM resmi, kendaraan kembali normal. Honda saya juga jadi korban,” ujar Warlin, warga Desa Kemang, Sabtu (28/6/2025) kepada Khabarterkini.co.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga setempat, BBM oplosan tersebut diduga berasal dari wilayah Jambi dan Palembang, yang kemudian disalurkan oleh pengecer besar ke wilayah Pelalawan. Modus operandi pengedar diduga melalui truk-truk pengangkut BBM ilegal yang melakukan aktivitas “kencing” (penurunan BBM secara ilegal) di sepanjang Jalan Lintas Timur, Provinsi Riau.

“Iya, katanya BBM oplosan itu dibawa oleh truk dari Palembang dan Jambi. Di sepanjang jalan lintas itu mereka kencing, lalu disalurkan ke pengecer di kampung,” tambah sumber warga lainnya.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Pelalawan, untuk segera turun tangan dan menindak tegas para pelaku dugaan mafia BBM oplosan yang semakin meresahkan.

“Kami minta pihak kepolisian bertindak cepat. Ini sudah sangat merugikan kami sebagai warga. Jangan sampai makin banyak korban,” tegas Warlin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait peredaran BBM oplosan tersebut.

(tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *