Pekanbaru | Khabarterkini.co
Seorang warga desa Air Hitam, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Yudi Lubis, menyuarakan kekecewaannya terhadap pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Pekanbaru. Kepada media ini, ia mengungkapkan keluhan melalui sambungan telepon pada Senin (23/6/2025), terkait kondisi istrinya, Siri Handayani, yang mengalami penurunan kesehatan drastis selama menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
Menurut Yudi, awalnya sang istri dirawat karena penyakit diabetes basah. Setelah melalui proses operasi dan perawatan inap, justru muncul berbagai komplikasi serius seperti gangguan jantung, ginjal, dan terakhir paru-paru. Akibatnya, pasien kini kerap mengalami sesak napas yang cukup parah.
“Saya sangat kecewa. Setelah dirawat beberapa waktu, istri saya malah didiagnosa dengan penyakit baru. Tapi anehnya, pihak rumah sakit beberapa kali menyuruh kami pulang, termasuk saat momen Lebaran Haji kemarin, dengan alasan sudah bisa rawat jalan,” ungkap Yudi dengan nada geram.
Ia menceritakan bahwa tak lama setelah dipulangkan, kondisi istrinya kembali memburuk hingga harus dilarikan kembali ke RSUD Arifin Achmad. Namun, setelah dirawat selama dua minggu, pihak rumah sakit kembali menyarankan agar pasien dipulangkan, meski kondisinya belum stabil.
“Sekarang istri saya masih sesak napas, tapi kami sudah disuruh pulang lagi. Saya bingung, harus bagaimana? Kalau saya bawa pulang, takut kondisinya memburuk lagi. Jujur, saya sangat kecewa terhadap pelayanan di rumah sakit ini,” tegasnya.
Keluhan Yudi ini memicu keprihatinan publik di media sosial setelah cuplikan pernyataannya viral. Banyak netizen turut mempertanyakan standar pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah, terutama dalam menangani pasien dengan kondisi kritis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Arifin Achmad belum memberikan klarifikasi resmi terkait kurangnya pelayanan yang di alami oleh Yudi. Masyarakat berharap agar pihak rumah sakit dapat memberikan penanganan medis yang optimal dan manusiawi, khususnya kepada pasien dengan kondisi kronis.
Penulis: (tim)
Editor: Sal Hrp















