Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Riau

Tragis! Karyawan PT MUP Tewas Tertimpa Puluhan Karung Pupuk di Gudang Perusahaan

152
×

Tragis! Karyawan PT MUP Tewas Tertimpa Puluhan Karung Pupuk di Gudang Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan | Khabarterkini.co

Dunia kerja kembali diwarnai insiden tragis. Seorang karyawan PT MUP, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan, Riau, meninggal dunia akibat kecelakaan kerja yang terjadi di area gudang perusahaan, Senin (2/6/2025).

Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika empat orang karyawan tengah berada di dalam gudang untuk mengambil pupuk. Tanpa diduga, tumpukan karung pupuk yang disusun tinggi mendadak roboh dan menimpa mereka.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Akibat insiden itu, satu orang karyawan bernama Waonaso Zai dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka, dua di antaranya mengalami luka ringan, yakni Jul Zakhlu dan Jiran Siregar, serta satu orang lainnya, Lidia Saragih, harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.

Salah satu keluarga korban menjelaskan kepada awak media bahwa saat itu orang tua mereka tengah mengambil pupuk seperti biasa di gudang. Namun tiba-tiba, tumpukan pupuk tersebut ambruk dan menimpa mereka tanpa sempat menghindar.

Konfirmasi dari pihak perusahaan diperoleh melalui pesan singkat WhatsApp dengan manajer PT MUP. Ia membenarkan adanya kecelakaan kerja yang menimpa empat karyawan mereka.

“Benar, ada empat orang yang tertimpa pupuk di gudang. Satu orang meninggal dunia, dua luka ringan, dan satu orang perempuan harus dirawat secara intensif,” jelasnya.

Pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut, namun dugaan awal menyebutkan bahwa tumpukan pupuk tidak disusun dengan standar keselamatan yang memadai.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, yang kerap kali disebabkan oleh kelalaian standar operasional dan keselamatan kerja. Diharapkan, kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

(tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *