Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Riau

Dua Excavator Diduga Merajalela di Taman Nasional Tesso Nilo, Aparat Hukum Disinyalir Tutup Mata

161
×

Dua Excavator Diduga Merajalela di Taman Nasional Tesso Nilo, Aparat Hukum Disinyalir Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Ukui Pelalawan-Riau | Khabarterkini.co

Aktivitas ilegal diduga kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), tepatnya di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Dua unit alat berat jenis excavator terpantau bebas beroperasi tanpa hambatan di dalam areal konservasi yang seharusnya dijaga ketat oleh aparat.

Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, kedua alat berat tersebut terlihat melakukan aktivitas seperti membuat jalan, menggali parit, dan membersihkan lahan dengan dalih “mengerjakan kebun warga.” Namun, kuat dugaan aktivitas ini merupakan bagian dari pembukaan lahan sawit secara ilegal.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Keberadaan alat berat di kawasan TNTN menimbulkan kecurigaan akan adanya keterlibatan oknum aparat yang diduga telah menerima ‘uang upeti’. Pasalnya, operasi alat berat tersebut berlangsung tanpa adanya tindakan dari pihak berwenang, baik dari penegak hukum maupun instansi kehutanan.

“Kami meminta kepada Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo agar segera turun tangan dan menindak tegas keberadaan alat berat tersebut. TNTN adalah kawasan konservasi yang memiliki fungsi vital sebagai penopang paru-paru dunia,” tegas tim media di lapangan.

TNTN yang seharusnya menjadi benteng terakhir bagi ekosistem hutan tropis dataran rendah Sumatera, kini kian tergerus dan berubah fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Jika tidak segera ditindak, maka keberadaan taman nasional ini hanya tinggal nama, dan kerusakan lingkungan akan semakin tak terbendung.

Masyarakat dan pemerhati lingkungan mendesak pihak terkait agar bersikap tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran di kawasan konservasi. Indonesia tidak boleh kalah oleh kepentingan sesaat yang mengorbankan masa depan bumi.

Penulis: Rul Hrp.
Editor: Sal Hrp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *