Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 300x600
Riau

Diduga Abaikan Aturan Gubernur, SMA Harapan Kebun Nilo PT Adie Gelar Perpisahan Sekolah Disertai Pungutan

396
×

Diduga Abaikan Aturan Gubernur, SMA Harapan Kebun Nilo PT Adie Gelar Perpisahan Sekolah Disertai Pungutan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan – Khabarterkini.co

SMA Harapan Kebun Nilo yang berada di kompleks PT Adie, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau, diduga kembali melakukan pungutan liar dalam pelaksanaan acara perpisahan siswa pada Kamis, 24 April 2025. Perpisahan ini digelar di  lingkungan sekolah, tepatnya di Desa Telayap, meski sudah ada larangan resmi dari Gubernur Riau.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Riau Abdul Wahid mengeluarkan imbauan pada Maret 2025 yang melarang seluruh satuan pendidikan mengadakan acara perpisahan di sekolah. Tujuannya adalah meringankan beban biaya orang tua dan menjaga agar kegiatan lebih sederhana serta berfokus pada penghargaan bagi siswa, bukan kemewahan.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Saya sudah perintahkan, kalau ada temuan kepala sekolah melanggar, langsung saya copot,” tegas Gubernur Wahid kala itu.

Namun kenyataannya, SMA Harapan Kebun Nilo diduga mengabaikan aturan tersebut. Informasi dari salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pihak sekolah memungut biaya sebesar Rp350.000 per siswa untuk acara perpisahan tersebut.

“Kami sebenarnya tidak setuju dengan pungutan sebesar itu, terlalu memberatkan kami sebagai orang tua. Anak kami baru tamat, tapi tetap harus ikut perpisahan dengan biaya tinggi,” ujar sumber tersebut kepada media ini.

Diketahui, sebanyak 30 siswa mengikuti acara perpisahan yang dilangsungkan di luar sekolah tersebut.

Orang tua murid tersebut juga berharap agar Pemerintah Provinsi Riau, khususnya Gubernur Abdul Wahid, menindak tegas sekolah yang terbukti melanggar aturan, sesuai dengan pernyataan gubernur.

Tim Khabarterkini.co telah mencoba menghubungi Kepala SMA Harapan Kebun Nilo melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak sekolah.

(Davidson).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *