Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Riau

Warga Desa Pasaguan Geram, Cafe Remang-Remang Tempat Maksiat Masih Beroperasi Saat Ramadhan

780
×

Warga Desa Pasaguan Geram, Cafe Remang-Remang Tempat Maksiat Masih Beroperasi Saat Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan- Riau | Khabarterkini.co

Kecewa dan geram, itulah perasaan yang dirasakan oleh sejumlah warga Desa Pasaguan, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Pasalnya, meskipun bulan suci Ramadhan tengah berlangsung, cafe remang-remang yang diduga menjadi tempat maksiat tetap beroperasi tanpa ada kendala. 23/03/2025

Salah satu warga mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak berwenang yang dinilai tidak cukup tegas dalam menindak tempat tersebut. “Kami sudah sangat geram, apalagi tempat seperti itu tetap buka di bulan Ramadhan. Padahal, ini adalah waktu yang seharusnya digunakan untuk ibadah,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Menanggapi keluhan ini, awak media mencoba menghubungi Camat Pangkalan Lesung, A. Gafur, melalui WhatsApp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak camat belum memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

Di sisi lain, Kapolsek Pangkalan Lesung, AKP Ar. Tinambunan, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa pihak kepolisian bersama dengan camat setempat telah melakukan razia di cafe tersebut pada Minggu lalu. Namun, hasilnya nihil. “Kami sudah razia bersama camat, tapi tidak ada orang di sana. Setiap kali razia, kami selalu menemukan tempat itu kosong,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek juga menambahkan kecurigaannya, “Kami bertanya-tanya, apakah ada bocoran sebelum kami melakukan razia sehingga tempat itu bisa kosong,” ujarnya.

Warga Pasaguan pun berharap agar Camat A. Gafur segera mengambil langkah tegas untuk menutup cafe remang-remang tersebut. Mereka meminta agar tidak ada lagi toleransi bagi pengusaha yang menjalankan bisnis maksiat, apalagi di bulan Ramadhan.

“Jika tidak ada langkah kongkret dari camat dan kepolisian, kami khawatir warga akan bertindak sendiri. Kami berharap masalah ini segera diselesaikan secara serius,” tegas warga setempat.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai ketegasan pemerintah dan aparat dalam menegakkan aturan di wilayah tersebut.

Penulis: Rul Hrp
Editor:Sal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *