Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Terduga Mister Kondit dan Putranya Tengah dicari Oleh Tim dari Polda Sumatera Barat Terkait Aktivitas Galian C di Ujung Gading

1703
×

Terduga Mister Kondit dan Putranya Tengah dicari Oleh Tim dari Polda Sumatera Barat Terkait Aktivitas Galian C di Ujung Gading

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman Barat | Khabarterkini.co

Tim dari bagian Reserse Kriminal Polda Sumatera Barat telah bergerak dengan dua mobil menuju lokasi galian C di Lubuk Alai, Ujung Gading, Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Jumat pagi, didampingi oleh sejumlah saksi pada tanggal 5 Januari 2024

Masalah ini bermula dari kekhawatiran warga sekitar terhadap aktivitas galian C di sekitar daerah tersebut, serta kekhawatiran Kepala Jorong Lubuk Alai, Kecamatan Lembah Melintang, yang kemudian mengadukan hal tersebut kepada beberapa media online di Pasaman Barat Utara, yang mengakibatkan pemberitaan di beberapa media online pada bulan Desember 2023 tahun lalu.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Meski demikian, keheranan terus muncul dari warga dan pihak lainnya karena aktivitas galian C tersebut terus berjalan tanpa henti, merusak struktur aliran Sungai Batang Sikerbau di Ujung Gading. Tanda-tanda kerusakan pada irigasi Lubuk King yang menjadi tulang punggung pengairan sawah di sekitar Kota Ujung Gading juga telah terlihat.

Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengutarakan kekecewaannya kepada Khabarterkini, “Kenapa galian C masih beroperasi? Mereka tidak terlihat takut sedikit pun. Katanya di belakang mereka ada dukungan kuat dari oknum aparat hukum. Sungai Sikerbau akan habis jika ini terus berlanjut. Irigasi Lubuk King juga akan hancur.” ucapnya kesal.

Setelah tim dari Polda turun ke lokasi, ditemukan bahwa aktivitas galian C masih berlangsung aktif sepanjang siang dan malam. Di tempat kejadian, terdapat satu unit eskavator warna kuning, Komatsu PC 200, yang mesinnya masih hangat. Sekitar dua puluh orang melarikan diri ke hutan, sementara lima truk melarikan diri dengan cepat. Mereka terkejut.

Saksi menyampaikan bahwa kelompok tersebut mungkin sudah terorganisir dengan adanya pengintaian dari sebuah kedai di luar arah jalan menuju lokasi galian C. “Polisi dari Polda telah mendapatkan foto dan video dari kejadian ini,” ujar Pak Juli, seorang saksi kepada awak media Khabar Terkini.

Terkait keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini, saksi menyebutkan, “Saya sering mendengar bahwa Polsek Lembah Melintang mendapatkan uang sebesar 50.000 per mobil yang mengangkut kerikil dan batu. Namun, kita harus menanyakan langsung kepada Polsek Lembah Melintang sebelum membuat kesimpulan.”

“ada juga seorang Bapak P yang diduga sebagai pelindung atau centeng mereka. Dia telah melakukan ancaman di sana-sini, bahkan mengancam seorang wartawan Khabarterkini melalui telepon bahwa dia akan menyuruh preman untuk menculik wartawan tersebut. Dia sangat percaya diri, mengklaim bahwa dia tidak takut pada siapapun. Namun, kebenaran dari pernyataannya masih harus diselidiki oleh polisi dari Polda,” tambah saksi.

Terduga Kondit alias Erwin dan Mister P diduga sebagai pasangan yang terlibat dalam aktivitas galian C di Lubuk Alai. Saat ini, mereka tengah dalam pengejaran oleh tim dari Polda, yang telah memiliki foto dari Mister Kondit. Informasi tentang Mister P juga telah dilaporkan ke Jakarta oleh warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Polsek dan Polda Sumatera Barat.

Kt/pb
Editor: red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *