Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Pembangunan Drainase Jalan Sulawesi Diduga Proyek Siluman: Kerugian dan Tidak Transparan

818
×

Pembangunan Drainase Jalan Sulawesi Diduga Proyek Siluman: Kerugian dan Tidak Transparan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Khabarterkini.co

Pasaman Barat, 9 Desember 2023 – Kecamatan Lembah Melintang menjadi saksi kegiatan pembangunan sistem drainase yang tengah terhubung dengan sungai, namun, proyek ini kini sebagai proyek siluman. Kabupaten/kota di sekitar Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, menjadi sorotan terkait dugaan ini.

Pekerjaan pembangunan drainase yang tak hanya merambah lingkup pasar, tetapi juga terlibat dalam pengembangan jalan Sulawesi, jalan Lombok, jalan Irian, dan Gank Murni.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Proyek ini dijalankan oleh CV Barcelona Konstruksi dengan Nomor Kontrak: 640/045/Kontrak/DRN-CK/DPUPR 2023 namun disoroti karena dianggap tidak bertanggung jawab.

Meskipun anggaran kontraknya tinggi, pantauan dari media dilapangan menunjukkan kenyataan yang bertolak belakang.

Nilai kontrak sebesar Rp 403.018.200,00 menjadi sorotan terkait ketidak sesuaian antara anggaran yang digunakan dan hasil kerja yang terlihat di lapangan.

Selain itu, CV Barcelona Konstruksi dinilai tidak memenuhi standar operasi pembangunan dan kurang transparan dalam merinci ukuran dan panjang drainase yang seharusnya direalisasikan.

Dampak dari pembangunan drainase ini pun terlihat dalam kerusakan jalan pasar Ujung Gading Pasaman Barat yang mengganggu aktivitas warga sekitar.

Warga setempat mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap kondisi jalan yang rusak akibat proyek pembangunan drainase yang dinilai tidak bertanggung jawab.

Salah satu tokoh warga setempat, (Sh), menyoroti kurangnya transparansi proyek terkait informasi mengenai ukuran dan panjang drainase yang harus dibangun.

Upaya media untuk mencari klarifikasi dari pihak terkait seperti Wali Nagari Ujung Gading melalui WhatsApp hingga saat ini belum membuahkan hasil.

Para pedagang di daerah terdampak juga merasakan dampaknya dengan penurunan aktivitas jual-beli yang signifikan.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan protes dari masyarakat, mendorong media untuk berupaya mengonfirmasi pejabat PUPR Kabupaten Pasaman Barat.

Sayangnya, hingga saat ini, respons dari pihak terkait belum diterima.

Protes dan kritik terhadap pembangunan drainase di Pasar Ujung Gading terus bergulir dari warga setempat hingga hari ini, Sabtu, 9 Desember 2023, pukul 12.00 WIB, di Kabupaten Pasaman Barat.

Penulis: Hamidan.SH
Editor : red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *