Khabarterkini.co
Negara Yahudi Israel, yang selama ini menjadi rujukan dunia dalam berbagai hal, seketika runtuh akibat serangan pasukan pejuang Hamas. Semuanya benar-benar hancur.
Israel yang selalu dipuji sebagai militer terhebat dengan IDF nya. Senjata tercanggih dengan multi alitsista super. Intelijen terunggul dengan personil dan peralatan termaju. Semuanya betul- betul runtuh dihadapan hamas. Dan dunia terkejut.
Sekarang terlihat bahwa Israel mengalami malu yang luar biasa di mata pengagumnya. Dengan hanya sebuah brigade Al-Qassam, yang terdiri dari senjata dan logistik perang sederhana, mereka berhasil menggemparkan dunia dengan serangan “Badai Aqso” pada tujuh Oktober.
Akibatnya, warga Israel terpaksa diungsikan dari kota-kota, mencapai lima ratus ribu orang. Selain itu, warga Israel memadati bandara-bandara untuk meninggalkan negara mereka karena takut akan roket mematikan pasukan tangguh Al-Qassam.
Jumlah yang meninggalkan Israel mencapai setengah juta orang, terus bertambah hingga hari ini. Masyarakat dunia kembali sadar bahwa yang berkuasa hanyalah Tuhan, bukan senjata, bukan negara, bukan militer.
75 tahun perjuangan Palestina tampaknya akan mencapai puncaknya dalam beberapa tahun mendatang. Jubir Hamas, Abu Ubaidah, namanya melambung menjadi sorotan dunia, dan pidatonya menjadi yang paling dinantikan.
Pada tahun 2027, Israel diprediksi akan habis, seperti yang diungkapkan oleh Sheikh Yasin, pendiri Hamas, beberapa saat sebelum beliau syahid di Gaza puluhan tahun lalu.
Tidak semua Yahudi di dunia setuju dengan penjajahan terhadap Palestina. Bagi sebagian, khususnya Yahudi ortodoks dan lainnya, kooptasi dan agresi terhadap Arab Palestina hanya akan mempercepat kehancuran bangsa Yahudi itu sendiri.
Ada kesadaran bahwa penjajahan tidak dapat diterima dalam dasar humanisme insaniyah, seperti yang diungkapkan dalam Pembukaan UUD 45.
Israel, sebagai negara yang menjajah, menjadi sasaran kebencian dunia, termasuk Amerika, Inggris, Prancis, dan PBB, yang dianggap sebagai pendukung utama Israel.
PBB dinilai sebagai lembaga yang tidak netral dalam isu Palestina, bahkan dianggap sebagai “bidan” yang melahirkan negara Israel. Setiap hari, warga Palestina terus dibunuh, sementara dunia Arab terdiam atau teralihkan oleh hiburan flem, musik, dan sport serta aneka game game.
Di balik semua itu, ada skenario jahat untuk menguasai dunia, dengan penaklukan Masjid Al-Aqsa sebagai intinya. Meskipun Israel mengklaim sebagai titik asli Haikal Solomon, ini dianggap sebagai hoax terbesar abad ini.
Al-Aqsa memang merupakan milik umat Islam sejak ribuan tahun, bukan “Tanah Perjanjian” yang diumumkan oleh kaum Zionis. Peta negara Palestina, dari 1946 hingga 2010, menunjukkan pencaplokan wilayah oleh Zionis yang masif.
Penulis: Dr. Zawil Huda, SH, MA. Disunting oleh: Salbiah Harahap.















