Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita Nasional

Peduli Stunting, KNPS: Tidak Cukup Hanya Dengan MBG. Dibutuhkan Penanganan Yang Lebih Komprehensif !

121
×

Peduli Stunting, KNPS: Tidak Cukup Hanya Dengan MBG. Dibutuhkan Penanganan Yang Lebih Komprehensif !

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta |  Khabarterkini.co – Wakil ketua umum Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS), Joel Sinaga, mengapresiasi program Presiden RI, Prabowo Subianto, lewat Makanan Bergizi Gratis (MBG). Selasa, 09/06.

Beliau berpandangan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam upaya menekan angka kekurangan gizi (stunting) nasional. Dan kebijakan tersebut adalah salah satu upaya preventif oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sejak dini.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Namun beliau berpendapat bahwa penanganan stunting dinilai masih perlu dilakukan secara lebih komprehensif, terutama bagi anak-anak yang terdiagnosis mengalami kondisi tersebut. Dan perlu dilakukan langkah rehabilitatif agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.

“Anak yang sudah terdiagnosis stunting memerlukan penanganan khusus yang melibatkan ahli gizi, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melalui pemberian makanan bergizi,” ujar Joel.

Sebagai organisasi yang fokus pada isu pencegahan stunting, KNPS terus mendorong berbagai program edukasi kesehatan dan perbaikan gizi di tengah masyarakat. Dan aktive melakukan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting serta memperkuat kolaborasi dengan tenaga kesehatan, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.

Joel menilai pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan stunting dan sinergi lintas sektor juga perlu terus diperkuat agar dapat menjangkau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian khusus.

Dengan langkah-langkah tersebut, KNPS berharap akan dapat berkontribusi dalam menurunkan prevalensi stunting sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *