Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Refleksi Manusia Menghargai Kesalahan Sebelum Menyalahkan Orang Lain

1441
×

Refleksi Manusia Menghargai Kesalahan Sebelum Menyalahkan Orang Lain

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Khabarterkini.co

Sudah lumrah bagi manusia untuk tak luput dari kesalahan dan kekhilafan, karena setiap perbuatan manusia di dunia ini pasti memiliki sedikit atau banyak kesalahan dan kekhilafan.

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, tentunya tak ada yang sempurna. Dalam kehidupan ini, ada hal-hal yang dilakukan dengan sengaja maupun tak sengaja.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Terkadang, sebagian manusia yang sering melakukan kesalahan dan kekhilafan enggan untuk memperbaiki diri dan mengakui kesalahannya.

Namun, ketika orang melakukan kesalahan, dengan mudahnya kita menyalahkannya, padahal belum tentu kesalahan yang dilakukan benar-benar ia perbuat.

Oleh karena itu, sebelum kita berprasangka buruk terhadap orang lain dengan mengungkit-ungkit kesalahan yang mungkin tak pernah dilakukannya, lebih baik kita telusuri kebenarannya terlebih dahulu sebelum memvonis kesalahan seseorang.

Jika tidak, maka kita telah dianggap memfitnah orang lain tanpa bukti, dan secara langsung mencemarkan nama baiknya.

Kemudian, ketika kita terlanjur menyalahkan seseorang, ternyata itu tidak benar, maka segeralah untuk meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Seharusnya, mereka yang melakukan kesalahan harus diberikan teguran, kritik, atau nasihat. Teguran tersebut harus diterima dengan lapang dada agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sayangnya, beberapa orang masih enggan menerima teguran karena selalu merasa benar.

Seperti pepatah mengatakan “Gajah di Pelupuk Mata Tak Kelihatan, Semut di Seberang Lautan Kelihatan”, artinya kesalahan besar dari diri sendiri tidak tampak, sementara kesalahan kecil orang lain jelas terlihat.

Jadi, sebagai insan, perlu mengoreksi diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengoreksi kesalahan orang lain. Merasa diri benar boleh, namun mengoreksi diri juga perlu dilakukan. Dan yang lebih penting, jangan saling menyalahkan.

Apalah artinya selalu merasa diri paling benar, memandang orang lain selalu salah, padahal ada Zat yang lebih benar menciptakan suatu kebenaran di dunia dan di akhirat nanti.

Jika salah, jangan dibenarkan. Jika benar, jangan disalahkan. Tetap di jalur yang benar walaupun langit akan runtuh, karena kebenaran adalah kebenaran hakiki hingga akhir nanti.

Penulis : Rifki
Disunting Oleh : Salbiah Harahap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *