Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 300x600
Uncategorized

“Menghadapi Kehidupan dengan Kedewasaan”

844
×

“Menghadapi Kehidupan dengan Kedewasaan”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Redaksi

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Pada suatu hari di sebuah desa kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Rama. Ia hidup bahagia bersama keluarganya, namun selalu merenung tentang makna sejati kehidupan.

Suatu ketika, Rama mendengar tentang seorang bijak tua yang tinggal di hutan terpencil. Sang bijak konon memiliki kebijaksanaan yang luar biasa dalam memahami makna hidup. Rama pun memutuskan untuk mencari sang bijak untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.

Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, Rama akhirnya sampai di rumah bijak tua itu. Dengan penuh kerendahan hati, ia meminta wejangan dari sang bijak.

Sang bijak tersenyum dan berkata, “Anak muda, dalam kehidupan ini, kita seringkali terlena oleh hubungan dan harta benda. Namun, sesungguhnya, kematian adalah sahabat setia kita yang selalu dekat dengan kita.”

Rama terkejut mendengar hal ini. Sang bijak melanjutkan, “Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan kita akan keterbatasan hidup ini. Ketika kita menyadari bahwa hidup ini sementara, kita akan lebih menghargai setiap detiknya.”

Rama pulang ke desanya dengan hati yang penuh makna. Ia mulai memandang kehidupan dengan perspektif baru. Ia lebih mencintai keluarganya, lebih menghargai setiap momen bersama mereka, dan lebih bijaksana dalam mengambil keputusan.

Dari cerita Rama, kita dapat belajar bahwa dalam kehidupan ini, kematian adalah keniscayaan. Hal ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan kita akan keindahan dan keterbatasan kehidupan ini. Kita seharusnya hidup dengan penuh kesadaran akan setiap momen, mengasihi orang-orang terdekat, dan menjalani hidup dengan kedewasaan.

Semoga bermanfaat apa yang saya tulis ini, untuk menjadi renungan buat kita yang masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk di atas dunia menghadapi kehidupan dengan kedewasaan.

Terkadang kita terlena oleh kesibukan dunia dan keindahan dunia sehingga terlupakanlah yang namanya kematian itu adalah sahabat kita yang paling dekat.

Sekedar untuk bahan renungan buat kita yang masih diberi kesempatan, ingatlah bahwa dunia ini hanya tempat persinggahan, aumil mahsyar di sanalah kita akan hidup kekal, dan akan dimintai pertanggungjawaban kepada kita semasa hidup di atas dunia.

Sekecil biji jarah pun yang kita lakukan di dunia semasa kita hidup pasti akan dihisab oleh Allah SWT.

Oleh sebab itu, marilah kita manfaatkan waktu yang sangat sedikit ini dengan sebaik-baiknya, sebelum kematian itu menghampiri diri kita.

Ingatlah wahai saudaraku dan saudariku, baik yang dekat maupun yang jauh, ayolah kita sama-sama untuk saling introspeksi diri, sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian tersebut bilamana menghampiri diri kita.

Karena kematian itu sahabat yang terdekat dengan kita. Semoga bermanfaat apa yang saya tulis melalui cerita pendek ini untuk setiap pembaca.

Amin ya rabbal ‘alamin.
Allahu Akbar x3

Penulis: Khoirul Harahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *