Khabarterkini.co
Di balik gemilangnya karir Khoirul Harahap sebagai pimpinan umum media online khabarterkini.co, tersembunyi kisah haru dan inspiratif dari kehidupan pribadinya.
Khoirul adalah ayah dari tiga anak yang menjadi sumber kebahagiannya: dua putra tampan, Mahdi Harahap dan Saparuddin Harahap, serta seorang putri cantik bernama Salbiah Harahap.
Kehadiran anak-anaknya adalah cahaya bagi rumah tangga Khoirul dan istrinya, Rusdawati Boru Regar. Mereka tumbuh bersama dalam cinta dan kebahagiaan, menciptakan kenangan-kenangan indah yang mengisi hari-hari mereka.
Mahdi, yang paling tertua, mewarisi semangat dan kecerdasan ayahnya, dan pada saat ini menimba ilmu di pondok pesantren Asy Syeh Abdul Wahab Bidayatul Mustafawiyah, yang terletak di desa Dusun Tua Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Sementara Saparuddin, tetap juga mengikuti jejak Abangnya yang tertua mondok di pondok pesantren yang sama. Sementara Salbiah, si bungsu, adalah sumber keceriaan dan kepolosan bagi keluarga mereka, dan pada saat ini duduk di bangku sekolah SDN 005 Palas di kelas 4.
Namun, kebahagiaan itu tidak selalu berjalan mulus. Suatu hari, yang tepatnya pada akhir bulan Mei, mereka mendapat musibah. Istri tercinta Rusdawati mengidap penyakit tumor dan kista, menurut keterangan dari dokter di Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci dari hasil rontgen sangat terlihat penyakit yang dideritanya.

Dari keterangan yang diberikan oleh dokter sangat mengejutkan keluarga Khoirul. Wanita bijak yang selalu memberikan cinta dan dukungan kepada Khoirul dan tiga anaknya, tiba-tiba jatuh sakit mengidap penyakit tumor dan kista.
Di tengah kerasnya perjuangan melawan penyakit, kebersamaan keluarga menjadi semakin kuat. Setiap hari, Khoirul dan anak bungsunya menghabiskan waktu di sisi Boru Regar. Sementara anak yang tertua dan yang nomor dua tidak mengetahui ibunda mereka sedang mengidap penyakit tumor dan kista.
Mereka mengisi ruangan sakit dengan tawa dan cerita, mencoba sekuat tenaga untuk membawa senyum di wajah wanita yang begitu mereka cintai. Setiap kata-kata penyemangat dan sentuhan penuh kasih sayang mereka berikan, menjadi penghibur bagi Boru Regar di saat-saat sulit melawan penyakit yang dideritanya.















