Redaksi | Khabarterkini.co
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudaraku Seiman yang dirahmati Allah,
Segala puji bagi Allah Swt, Dzat pemilik keutamaan dan kebaikan, yang telah memberi nikmat kepada semesta alam, dan yang menyeru manusia menuju Surga darussalam, kampung keselamatan.
Sholawat dan Salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, kepada keluarganya, sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti jalan beliau yang lurus dan yang mengajak kepada shirothol mustaqim hingga hari kiamat.
Saudara – saudaraku yang berbahagia , Terlebih dahulu marilah kita selalu meningkatkan berusaha untuk taqwa kita kepada Allah Swt semaksimal kemampuan kita, berpegang teguh kita kepada sunnah Nabi Saw, perbaiki hubungan di antara kita dan menjaga persatuan di antara kita kaum muslimin semua.
Sebagaimana firman-Nya, :
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.”
(QS. Al-Baqarah: 197) .
Saudaraku Seiman rahimakumullah,
Ada tiga jenis nikmat Allah Swt yang mana ketika seorang hamba belum mendapatkannya, maka belumlah dia dikatakan sebagai orang yang mendapatkan kedamaian dan ketenangan hidup.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits , bahwasanya Nabi Saw bersabda,:
“Barang siapa di antara kalian di pagi hari merasakan aman di tengah-tengah keluarganya, sehat jasmaninya, memiliki kebutuhan pokok untuk sehari- harinya, maka seakan-akan kenikmatan dunia ada di tangannya.”
(HR. Tirmidzi).
Hadits di atas merupakan pengingat akan nikmat-nikmat Allah yang sudah terbiasa didapatkan manusia akan tetapi kebanyakan tidak merasakan akan kemuliaannya dan bahkan mengabaikannya.
Apa saja nikmat Allah yang sering diabaikan oleh hamba-Nya?, Nikmat yang sering diabaikan yaitu :
*1. Pertama, nikmat rasa aman .*
Rasa aman adalah salah satu nikmat Allah Swt yang paling besar yang dikaruniakan kepada hamba – Nya setelah nikmat Iman dan Islam.
Dan tidak akan merasakan kenikmatan hidup, orang yang kehilangan nikmat aman ini. Seperti orang – orang yang hidup di suatu Negara yang kehilangan rasa aman di dalamnya.
Atau seperti orang-orang yang yang hidup di tengah-tengah peperangan yang menghancurkan harta benda dan menghilangkan nyawa. Mereka tidur di bawah gemuruh suara pesawat perang dan dentuman meriam. Bahkan salah seorang di antara mereka menangkupkan tangannya di atas jantungnya, menunggu kematian yang bisa saja mendatangi mereka setiap saat.
Allah Swt berfirman :
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82)
*2. Kedua, nikmat sehat .*
Nikmat Allah Swt yang sering diabaikan yang kedua adalah nikmat sehat.
Sabda Nabi Saw : sehat jasmaninya. Maksudnya adalah selamat dari sakit dan penyakit baik secara lahir maupun batin.
Imam Ahmad ra meriwayatkan di dalam Musnad-nya dari hadits Anas ra, bahwa Nabi Saw pernah membaca doa:
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila dan penyakit kusta serta dari sejelek-jeleknya penyakit.”
Nabi Saw senantiasa memohon kepada Allah Swt keselamatan dalam agama, dunia, jiwa, keluarga, dan harta beliau setiap pagi dan sore.
Nabi Saw juga mengabarkan bahwa kebanyakan manusia melalaikan dan terperdaya dengan nikmat ini.
Imam al-Bukhari ra meriwayatkan dalam Shahih-nya dari hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas ra berkata, Rasulullah Saw bersabda,:
“Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia terperdaya dengan keduanya; nikmat sehat dan waktu luang.”
(HR. Al-Bukhari) .
*3. Ketiga, nikmat kecukupan rezeki .*
Nikmat Allah Swt yang sering diabaikan yang ketiga adalah nikmat kecukupan rezeki. Sabda Nabi Saw : “memiliki kebutuhan pokok untuk sehari- harinya”.
Maksudnya adalah dia memiliki makanan yang cukup untuk dikonsumsi dan bisa menghidupinya dari makanan yang halal. Makanan adalah salah satu nikmat Allah Swt yang sangat besar. Allah Swt berfirman, :
“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah Ka’bah. Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”
(QS. Quraisy: 3-4)
Dan Nabi Saw senantiasa berlindung kepada Allah Swt dari kelaparan.
Imam Muslim ra meriwayatkan di dalam kitab Shahih-nya dari hadits Abu Hurairah ra bahwa Nabi Saw berdoa,:
“Ya Allah, jadikanlah kecukupan rezeki pada keluarga Muhammad.”
(HR. Muslim) .
Saudaraku Seiman rahimakumullah,
Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa siapa saja yang terkumpul di dalam dirinya ketiga hal ini, maka pada hari itu seolah-olah kita memiliki dunia seluruhnya.
Dan sebenarnya pada kebanyakan manusia yang telah terkumpul ketiga hal ini dan bahkan mereka memiliki lebih banyak lagi dibandingkan dengan yang disebutkan dalam hadits ini, namun demikian mereka telah terkena penyakit hati dengan mengingkarinya dan meremehkan apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka dapatkan.
Dan obat dari penyakit – penyakit tersebut antara lain adalah dengan melihat kepada orang – orang yang tidak mendapatkan kenikmatan ini, atau yang tidak mendapatkan sebagian dari nikmat ini. Semoga kita tergolong hamba Allah yang pandai bersyukur , khususnya atas nikmat iman dan islam dari Allah Swt.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ,
Demikianlah Kultum Hari ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh.
Pimum / Pimred Media Online Khabarterkini
Khoirul Harahap.
Editor : Salbiah Hrp.







