Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 300x600
HukumPelalawan

Genjot PAD, Bupati TTS Buka Destinasi Wisata Baru

226
×

Genjot PAD, Bupati TTS Buka Destinasi Wisata Baru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Soe- NTT | khabarterkini.id-Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui dinas pariwisata, berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)nya, dengan memaksimalkan potensi alam yang ada diwilayahnya.

Kepada tim media ini, Bupati TTS, Eugusen Pieter Tahun, Jumat,(14/5/2022), mengatakan, untuk meningkatkan PAD, dirinya telah menginventarisir beberapa pontensi alam yang ada di kabupaten TTS, salah satunya tanah milik Pemda TTS di Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Tanah ini merupakan tanah Pemda, yang dibeli sekitar tahun 2000 dan telah diukur dan disertifikat pada tahun 2003, saya melihat lokasi ini seperti madu, emas atau mutiara yang tertanam didalam lumpur” ungkap Tahun

Setelah saya inventarisir potensi yang ada didaerah ini, tempat ini merupakan aset daerah yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru di daerah kita

” Tempat ini terletak dipinggir jalan negara, yang akan dikunjungi oleh banyak orang sebagai tempat persinggahan”

Tempat yang dahulunya menjadi lokasi pameran ini, selain menjadi tempat pariwisata, juga akan saya gunakan untuk setiap acara pelantikan pejabat daerah.ungkap Epy

Mendukung gebrakan Bupati TTS, di bidang pariwisata ini, mendapat dukungan penuh kadis Pariwisata Kabupaten TTS, (Roby Selan. S.Sos), menurutnya, terkait kegiatan hari ini, sesuai petunjuk Bupati TTS, selaku dinas yang membidangi urusan pariwisata, akan mendukung penuh gebrakan pimpinan ini.

” Kami mendukung penuh gebrakan Bapak Bupati mengelola setiap keindahan alam di kabupaten kita ini, kami juga melihat tempat ini menjadi peluang, yang mana tempat ini merupakan aset pemda yang selama ini tidak dikelola dengan baik” ungkap Roy

Tempat wisata yang baru dibuka ini juga telah terbentuk secara alamiah, untuk menarik minat pengunjung maka pihaknya akan segera mengadakan sarana pendukung berkaitan dengan wisata.

” Kita akan menyiapkan sarana prasarana pendukung, agar bisa menarik minat wisata” ungkap Kadis

Secara garis besar, tempat ini, kata Roby, sudah terbentuk secara alamiah, kami hanya mmeyiapkan sarana pendukung lain berupa MCK, tempat duduk bagi pengunjung.

Kedepannya, pihak pariwisata, akan bekerja sama dengan pemerintah Desa dan kecamatan untuk berkolaborasi dalam penanganannya, baik retribusi, pemeliharaan juga untuk promosi, karena kami melihat pemerintah Desa dan Kecamatan merupakan bagian yang terpenting dalam penanganan tempat wisata ini.

Sementara itu, Camat Amanuban Barat, melalui Sekertaris camat, Stefen Neonufa, S.Pi, menyambut baik gebrakan sang bupati yang dinilai akan memberikan dampak positif dalam mendongkrak pendapatan Masyarakat setempat.

” Selaku pemerintah kecamatan kami mengapresiasi gebrakan Bupati ini, karena kegiatan pariwisa ini juga akan memberikan dampak positif terkait pendapatan masyarakat, kami melihat bahwa tempat ini memiliki manfaat ganda, baik pariwisata juga terkait kebutuhan air minum yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat kami” ungkap Neonufa

Neonufa juga berharap, kegiatan pariwisata yang baru dibangun ini agar segera selesai, agar dapat memberikan manfaat bagi warganya.ungkap Neonufa

” Hal yang paling penting adalah, menjaga kenyamanan pengunjung disini, sehingga pengunjung tidak saja menikmati keindahan tempat ini, juga mendapat kenyamanan” ungkapnya

Orance Liu, ketika diwawancarai tim media ini, terkait tempat wisata yang dibangun di lahan pemda TTS, di Desa Tubuhue, menurutnya selaku masyarakat ia menyambut baik program pemerintah ini.

” Selaku masyarakat yang ada di Desa Tublopo, saya merasa senang sekali, karena baru sampai bapa Bupati ini, bisa memperhatikan tempat ini dengan membuka tempat wisata disini, yang akan membantu ekonomi penduduk sekitar lokasi pariwisata” ungkap Dorce

Menurut Dorce, ditempat ini terdapat sumber mata air yang mengaliri lahan pertanian masyarakat sekitar lokasi wisata, sehingga dengan adanya tempat wisata ini, sumber mata air yang adapun bisa terurus dengan baik. Ungkap Dorce.( DA/RA/Tim NTT)