Soe Nusa Tenggara Timur | khabarterkini.id“Naas menimpa OMRI MISA, (35), warga Rt.003/Rw.001, Dusun.I, Desa. Batnun, Kecamatan. Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tewas tersambar petir, saat sedang menanam padi dilokasi persawan area 400 Bena,Jumat18/3/2022
Menurut pantauan media ini, korban ditemukan tersungkur didalam pematang sawah dengan kondisi luka bakar pada sekujur tubuh yang mengakibatkan korban meninggal ditempat kejadian.
Masri Saefatu (istri korban), saat ditemui awak media ini di lokasi kejadian, membenarkan bahwa suaminya meninggal akibat Sambaran petir.
Lanjutnya, ketika hujan dan petir, ia sempat meminta suaminya untuk berhenti sejenak, namun korban menolak permintaan sang istri dan terus melanjutkan pekerjaannya, menjelang 10 menit kemudian Marsi melihat ada Sambaran kilat mengenai suaminya.
” Saya suru untuk berhenti dulu, namun suami saya jawab bahwa tunggu dulu, saya tanam kasi habis satu petak ini, karena suami saya menolak ajakan saya sehingga saya pergi ke pondok sawah, saat didalam pondok, saya mendengar bunyi Sambaran petir, dan saya lihat suami saya sudah jatuh terkena Sambaran petir” ungkap Masri.
Melihat suaminya tersungkur akibat Sambaran petir, sehingga Masri menuju Polsek Amanuban Selatan untuk melaporkan kejadian yang menimpa suaminya.
Kapolsek Amanuban Selatan, Ipda Markus Tameno, kepada awak media ini, membenarkan adanya korban meninggal akibat tersambar petir di lokasi 400 Bena, pada hari ini Jumat 18/3/2022.
Menurutnya, pihak Forkopimcam dibantu masyarakat mengevakuasi korban dari tempat kejadian ke rumah di Desa.Batnun.
” Kami Forkopimcam Amanuban Selatan, mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat yang telah membantu mengevakuasi korban dari TKP kerumah duka di Desa. Batnun” ujar Markus.
Kapolsek juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk selalu waspada dalam beraktifitas, saat cuaca mendung dan hujan, karena setiap tahun dimusim hujan selalu ada korban akibat Sambaran petir, baik diarea persawahan maupun di area pemukiman warga.
Untuk menghindari terjadinya korban jiwa selanjutnya akibat Sambaran petir kami menghimbau kepada masyarakat agar.
1. Mematikan Handpone/ alat elektronik lainnya,,saat cuaca mendung/ hujan.
2. Menghentikan segala kegiatan dan mencari tempat perlindungan yang aman dan nyaman, hingga cuaca cerah, baru melanjutkan aktifitas.
3. Untuk berlindung, hindari pohon-pohon besar.
Imformasi yang dihimpun media ini, setiap tahun selalu ada korban akibat Sambaran petir di area persawahan Bena, Kecamatan. Amanuban Selatan.
Reporter:(APOLOS SELAN/ TTS)
Editor:(arhp)















