Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sumatera Barat

Investigasi ke Lokasi Tambang Diduga Ilegal di Nagari Sinuruik: Tak Ditemukan Aktivitas Tambang Saat Ini

200
×

Investigasi ke Lokasi Tambang Diduga Ilegal di Nagari Sinuruik: Tak Ditemukan Aktivitas Tambang Saat Ini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pasaman Barat | Khabarterkini.co

Beredarnya isu tentang aktivitas tambang ilegal di Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, mengundang perhatian sejumlah media untuk melakukan investigasi langsung ke lokasi pada Rabu (16/04/2025). Dugaan tersebut sebelumnya mencuat melalui pemberitaan dan video yang beredar di beberapa media luar daerah.

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dalam investigasi tersebut, turut hadir beberapa jurnalis dari media lokal dan nasional, salah satunya Dedi Syahrial dari Kompasnews.co.id. Tim jurnalis bertemu dengan anggota Polsek Talamau yang sedang melakukan patroli mingguan di Simpang Bateh Somuik. Atas kesamaan tujuan, mereka bersama-sama menuju lokasi yang disinyalir menjadi tempat aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI).

Tepat pukul 13.00 WIB, tim gabungan bergerak ke arah hulu sungai dari pertigaan Masjid di Tombang Mudik. Di lokasi, ditemukan beberapa tumpukan material di sisi kiri jalan yang diduga merupakan sisa dari aktivitas penyaringan emas beberapa waktu lalu. Tim kemudian menyisir aliran sungai untuk memastikan apakah ada kegiatan tambang yang masih berlangsung.

Namun, hasil pemantauan menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas tambang yang sedang berjalan. Meski begitu, tim menemukan beberapa warga yang tengah melakukan pendulangan emas secara manual. Mereka terlihat panik dan meninggalkan lokasi saat menyadari kedatangan tim media dan aparat.

Salah satu warga yang berhasil diwawancarai adalah seorang pria lansia berusia sekitar 78 tahun yang akrab disapa “Pak Byg”. Ia mengaku telah puluhan tahun mengais sisa material tambang untuk mencari nafkah.

“Saya mencari rezeki di sini sudah lama. Bukan untuk jadi kaya, tapi untuk makan. Tempat ini sudah lama ditinggalkan penambang, saya cuma memanfaatkan sisa-sisa materialnya. Kadang dapat Rp20 ribu, kadang tidak ada sama sekali. Apakah saya salah mencari rezeki di tanah kelahiran saya?” ungkap Pak Byg dengan suara lirih.

Setelah dua jam melakukan investigasi, tim memutuskan untuk mengakhiri kegiatan dan kembali ke Simpang Kampung Tombang. Saat beristirahat, salah seorang anggota Polsek Talamau menyampaikan bahwa monitoring rutin pasca-Lebaran dilakukan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

Dari hasil investigasi ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan aktivitas tambang ilegal yang sedang berlangsung. Diduga, dokumentasi video dan foto yang beredar merupakan kejadian lama yang diangkat kembali.

Sebagai tindak lanjut, tim media berencana melaporkan hasil investigasi ini secara resmi ke Kapolres Pasaman Barat di Simpang Empat. Tujuan pelaporan ini adalah untuk menyampaikan data faktual sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang sempat meresahkan masyarakat dalam sepekan terakhir.

Penulis: Kaperwil Sumbar, Tanjung
Editor: Salbiah Harahap 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *