LAMANDAU | Khabarterkini.co
Entah apa yang disembunyikan dari Kepala Sekolah SMKN 2 Naga Bulik Lamandau. Pasalnya Toto Subagiyo enggan menerima konfirmasi dari rekan-rekan awak media.
Seperti yang terjadi pada Sabtu, 22 Juni 2024 hari ini. Kepala Sekolah SMKN 2 Naga Bulik Toto Subagiyo dengan gegabah memblokir kontak WhatsApp sejumlah wartawan, salah satunya wartawan senior Johari, SH.
Untuk diketahui, pada tahun 2023 lalu, SMKN 2 Naga Bulik Lamandau menerima dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sebesar Rp 559.700.000.
Dana sebesar itu tentunya berpotensi terjadinya kecurangan jika tidak dipantau oleh lembaga terkait semisal LSM atau awak media.
Kucuran ‘Dana Segar’ melalui Bantuan Operasional Sekolah ini bukanlah secara pribadi milik sang Kepala Sekolah, jadi, penggunaan harus terbuka dan peruntukannya jelas, transparan bagi publik.
Sikap Totok Subagiyo yang seolah sengaja menghindar saat dikonfirmasi wartawan terkait pengelolaan dan penggunaan dana BOS tersebut menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan.
“Ini sebenarnya ada apa? Kita baik-baik kok ingin silaturahim lalu kami juga ingin konfirmasi terkait peruntukan Dana Bos. Lah kok tiba-tiba kontak kita di blokir. Kan aneh,” ucap Johari, salah satu wartawan senior di Kalimantan, Sabtu (22/6).
Pemblokiran tersebut menyebabkan terhambatnya komunikasi terkait temuan dugaan penyimpangan penggunaan Dana BOS di lembaga tersebut.
“Ini pengalaman harian kita sebagai wartawan. Para oknum pejabat itu kemungkinan mengalami sakit kepala, pusing tujuh keliling mencari alasan uang negara dia buat apa. Saya akan melaporkan kasus ini ke KPK jika tidak ada niat baik dari Kepsek SMKN 2 Naga Bulik,” sesal Johari.
Penulis: (tim).















