Khabarterkini.co
Amanah merupakan sesuatu titipan tanggung jawab yang di berikan kepada seseorang untuk dijalankan dan dipertanggung jawabkan sebaik baiknya, artinya orang yang di berikan amanah adalah orang yang di percaya dan dianggab mampu mengembannya.
Namun tidak semua orang yang di berikan amanah mampu menjalankannya, kadang kala ada hal lain yang menyebabkan orang yang mendapat amanah ini tidak bekerja sesuai dengan yang di amanahkan kepadanya.
Orang yang menerima amanah yang di berikan kepadanya, adakalanya terpaksa menerimanya ada pula karena sesuatu hal yang membuatnya harus dikenal atas banyaknya pekerjaan yang diberikan.
Ada orang yang sebenarnya tidak sanggup memikul amanah yang diberikan, tapi tetap diterima karena ingin ketenaran, ada juga orang yang sebenarnya sanggup memikul amanah tersebut, tapi tidak mau menerimanya karena khawatir nanti tersendat dipertengahan jalan.
Amanah bukan suatu yang berat jika dikerjakan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan, namun amanah bisa menjadi berat ketika didasari oleh kepentingan dan penuh dengan kemunafikan.
Misalnya saja orang yang dipercaya dan diberikan jabatan untuk bekerja tanpa adanya imbalan apapun, otomatis yang akan di dahulukan adalah jabatan yang ada menguntungkan untuknya, sementara jabatan yang tidak ada pengaruh terhadap diri dan kepentingan tidak akan dijalankannya sepenuh hati.
Kemudian ada juga orang merasa telah menjalankan amanah yang diberikan, padahal kenyataannya apa yang terlontar dari mulutnya tidak sesuai dengan apa yang telah diperbuat
Ada juga orang yang lebih mengedepankan amanah yang di berikan, karena tidak ada sesuatu dan lain hal yang akan ia peroleh selain mengharapkan Ridho dari Allah SWT.
Begitu juga sebaliknya, ada orang yang lebih memilih amanah karena sesuatu ingin mendapatkan ketenaran semata, sehingga apapun dilakukan agar amanah ini diberikan kepadanya.
Jadi bermacam macam pola dan tingkah laku manusia ketika amanah itu diberikan kepadanya, ada yang patuh dan komitmen dengan amanahnya, dan ada pula orang yang penuh hitung hitungan ketika menerima amanah.
Ikhlas saja tidak cukup karena harus ada imbalan yang diberikan selama mengemban amanah yang dipercayakan, artinya amanah diterima karena ada sesuatu yang akan diterima.
Jadi orang yang benar paham dengan sebuah amanah, maka akan banyak pertimbangan sebelum menerima beban sesuai dengan yang diamanahkan.
Memikul amanah ibarat membawa beban berat di pundak, melalui jalan dengan banyak rintangan dan pendakian, dan menempuhnya harus dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Penulis : Rifki















