Khabarterkini.co
Sebuah cerita menarik datang dari tanah Johor, Malaysia, di mana beberapa warga negara Indonesia bekerja sebagai kuli bangunan, petani kelapa sawit, dan di restoran.
Seorang jurnalis Indonesia bernama Johari SH menemukan dua dari mereka, Bapak Abbas dan Bapak Saher, yang berasal dari Jawa Timur, Madura, Sumenep, Kecamatan Arjasa, dan Desa Bilis Bilis.
Mereka tengah menggeluti pekerjaan sebagai kuli bangunan di daerah Tangkal, Johor.
Johari SH, jurnalis yang menemukan kisah menarik ini, mencoba untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari kedua warga Indonesia tersebut.
Keduanya menceritakan pengalaman mereka bekerja di Malaysia. Menurut Bapak Abbas, meskipun gaji di Malaysia lumayan, namun ia lebih merasa nyaman bekerja di Indonesia.
“Di Indonesia, meski pas-pasan, cukup untuk kebutuhan sehari-hari keluarga di kampung halaman,” ungkapnya.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada risiko yang dihadapi. Banyak pekerja Indonesia di Malaysia menghadapi risiko jika tidak memiliki dokumen atau izin kerja yang valid.
Mereka terpaksa tidur di hutan menjelang malam untuk menghindari razia dan operasi dari pihak imigrasi. Jika tertangkap, konsekuensinya sesuai dengan hukum Malaysia, yang berpotensi menghantar mereka kembali ke Indonesia.
Meski demikian, mereka tidak lupa untuk mengirimkan salam kepada keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman, berharap agar semua tetap sehat dan sabar menunggu.
Sebuah cerita yang mencerminkan perjuangan dan pengorbanan warga Indonesia yang merantau demi mencari penghidupan.
Keterangan dari Ari 86, dari kumpulan kisah warga Indonesia yang bekerja di Malaysia.















