Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita Ke Agamaan

Rezeki: Ujian, Adzab, atau Istidraj?

717
×

Rezeki: Ujian, Adzab, atau Istidraj?

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Khabarterkini.co

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bismillahirrahmanirrahim

Advertisement
Example 300x600
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Dalam Islam, “rezeki” diartikan sebagai segala yang memberikan manfaat kepada ciptaan Allah SWT. Istilah ini disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 123 kali dengan makna yang bervariasi.

Terminologi ujian, adzab, dan istidraj sering terdengar. Apakah kesemuanya sama atau ada perbedaan di antara keduanya?

1. Ujian:
Ujian adalah musibah yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang beriman. Tujuannya adalah menguji kesungguhan dalam beribadah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman’ dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut 29: Ayat 2).

2. Adzab:
Adzab adalah musibah yang Allah turunkan bagi hamba-Nya yang melalaikan kewajiban dalam ketaatan kepada-Nya. Tujuannya adalah peringatan untuk kembali beribadah.

Allah berfirman, “Tidakkah kamu tahu, sesungguhnya Allah Ta’ala-lah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, disiksa oleh-Nya siapa saja yang dikehendaki-Nya dan diampuni-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Maidah (5) : 40).

3. Istidraj:
Istidraj adalah kesenangan yang diberikan kepada hamba-Nya yang lalai terhadap-Nya. Namun, ini merupakan jebakan.

Allah berfirman, “Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka.

Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 44).

Istidraj bahkan lebih mengerikan karena adzab yang pedih menanti di hari pembalasan. Ini mengunci hati terhadap akhirat dan meninggalkan kesesatan yang nyata karena lalai dalam beribadah.

Ketiganya memiliki arti yang berbeda, mengindikasikan bahwa tidak semua musibah adalah ujian, tidak semua ujian adalah adzab, bahkan istidraj bisa menjadi awal kebahagiaan dari kesengsaraan yang nyata.

Alhamdulillah, semoga tulisan ini memberikan manfaat bagi setiap pembacanya dan membantu kita untuk melakukan introspeksi atau muhasabah diri. Sejauh mana kemampuan kita memahami makna dari “rezeki”: apakah ini ujian, adzab, atau istidraj?

Terima kasih,
Penulis: Khoirul Harahap.
Pimum/Pimred Media online Khabarterkini.co
Disunting oleh: Salbiah Harahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *