Talaud | khabarterkini.ld-Satuan wilayah perbatasan utara nol Km NKRI dalam hal ini Komando Rayon Militer 1312-07/ Desa Miangas Kecamatan Miangas memonitoring, sehubungan dengan Di bukanya kembali pos lintas batas tradisional di pelabuhan Miangas Kabupaten Kepulauan Talaud dan Pelabuhan Marore Kabupaten Kepulauan Sangihe, sehingga perlunya dilakukan pengawasan dan pendataan terhadap para pelintas batas.
Pelaksana harian (PLH) Danramil 1312-07/ Miangas Letda Infantri.Patmeljte Patolenganeng menekankan kepada seluruh anggota agar mewaspadai para pelintas batas, terutama pencegah dini dan deteksi dini terhadap kemungkinkan terjadi adanya penyuludupan senjata, narkoba, dan barang-barang ilegal lainnya serta masuknya teroris di wilayah.
Terutama keamanan masyarakat untuk dapat diprioritaskan sehingga tidak akan menggangu kantibmas ketika pos lintas batas dibuka.
Dengan harapan di bukanya kembali pos lintas batas tradisional ini bisa dapat mengakomodir sumber daya manusia, sumber daya alam dan memulihkan perekonomian warga masyarakat khususnya di perbatasan.
”Tepis Camat Miangas Dekroli Adilang kordinasi dan sinergitas yang baik perlu kita pupuk bersama agar dalam pelaksanaan tugas, yang kita hadapi langsung sesuai tugas masing-masing demi NKRI bersama.
Terimakasih TNI-AD. Koramil 1312-07/Miangas, yang terus bekerja sama dalam pengawasan keluar masuknya warga negara asing (WNA) Philipina selama berada di wilayah perbatasan nol Km NKRI
F Wauda Kabiro Kabupaten Kepulauan Talaud















