Sanana Malut | Khabarterkini.id. Aksi unjuk rasa dari Mahasiswa STAI Babussalam Sula meminta klarifikasi dari Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Bapak H. Saleh Marsabessy terkait dengan statemen yang disampaikan di beberapa media online bahwa Kampus STAI Babussalam Kabupaten Kepulauan Sula adalah pemicu konflik dari perkelahian antara warga desa Mangon dan Fatce (Kamis. 9/06/2022).
Salah satu Petinggi Kampus STAI Babussalam Kbupaten Kepulauan Sula bapak Sahbudin Lumbesi dalam penyampaian orasinya mempertegas, kedatangan pihak petinggi kampus dan mahasiswa untuk meminta Bapak Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula H.Salleh Marsabessy mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka didepan seluruh mahasiswa dan pihak wartawan terhadap stekmen yang disampaikan dibeberapa media online. ucapnya
Lanjut bapak Sahbudin Lumbesi Selaku Dosen STAI Babussalam Kabupaten Kepulauan Sula merasa tersinggung oleh stekmen Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula dibeberapa media online.
Sahbudin Lumbesi memberikan waktu 1×24 jam kepada Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula untuk menemui pihak kampus dan mahasiswa agar segera mengklarifikasi stekmen yang di sampaikan di beberapa media online dan sekaligus meminta maaf jika tidak maka masalah ini akan ditindak lanjuti sampai ke rana hukum dan untuk mempertegas bahwa pihak Kampus STAI Babussalam Kabupaten Kepulauan Sula memiliki 8 kuasa hukum yang akan memproses masalah ini. Bebernya
Liputan, Kaperwil Maluku Utara, S Sangadji.















